Putri Koster: Kreativitas Seni Bukan Berarti Ikut Mati Saat Pandemi Corona

Sabtu, 20 Juni 2020 : 13.26
Seniman multitalenta Ni Putu Putri Suastini Koster/ist
Denpasar
- Seniman multitalenta Ni Putu Putri Suastini Koster menegaskan dunia kreativitas seni bukan berarti ikut mati saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Karenanya, Putri mengharapkan Pandemi virus corona jangan sampai menghalangi kreativitas berkesenian di Bali.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Webinar 'Kreativitas Seni di Era Pandemi' yang diselenggarakan Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Bali, Jumat (19/6/2020)
 
Putri menyampaikan, pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Bali telah memberi dampak ke berbagai sendi kehidupan, tidak hanya kesehatan, ekonomi dan sosial, tetapi juga berdampak pada seni.

Kegiatan seni panggung yang biasanya melibatkan banyak orang dan penonton, tidak lagi bisa dilakukan mengingat virus akan menyebar cepat di keramaian, sehingga dilakukan social distancing ataupun physical distancing yang menyebabkan pertunjukkan tidak bisa dilakukan. 

Namun bukan berarti kreativitas seni akan ikut mati di tengah pandemi ini. Kreativitas harus terus berjalan, hanya saja aktivitasnya dilakukan dalam format yang berbeda.

Kegiatan seni dialihkan dari panggung ke pementasan virtual. Tidak ada yang bisa menghalangi seniman untuk terus berkreativitas, malah di tengah pandemi ini seniman diharapkan untuk terus berkarya.
 
Gejolak, gelegat dan gairah berkesenian orang Bali sangat luar biasa dan kita terlahir untuk itu.  Jangan sampai dihambat tetapi malah harus diwadahi, diberikan kesempatan dan beri ruang yang seluas-luasnya. 

Dalam hal ini pemerintah hadir untuk menggawangi dengan payung hukum, mendorong dan mensupport sehingga akan terlahir seniman yang mumpuni.

Pemerintah Provinsi Bali memberi ruang dan suatu wadah yang besar bagi para seniman untuk berkreasi. 

Pemprov Bali memiliki dua wadah besar yang memberi keleluasaan bagi para seniman dari segala lini untuk berkreasi. Jika dilihat dari pelaksanaan  Pesta Kesenian Bali, kegiatannya mengerucut pada seni tradisional yang diwariskan para leluhur. 

Ruang gerak bagi seni modern seperti puisi, teater modern ruangnya sangat terbatas di PKB. Untuk itu, Pemprov Bali memberi ruang pada seni modern melalui Festival Seni Bali Jani. 

Di arena Festival Seni Bali Jani dilombakan seni modern seperti teater, puisi, lomba drama modern serta pameran buku bagi para pegiat sastra.

Sastrawan Bali harus terus didorong untuk terus berkarya sehingga akan menghasilkan karya sastra yang luar biasa, sehingga nantinya dapat diselenggarakan pameran buku tingkat internasional di Bali yang materinya dipenuhi oleh karya-karya sastrawan Bali. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi