Petabencana.id Ubah Kicauan di Medsos dan Digital Menjadi Informasi Penting Publik

Kamis, 04 Juni 2020 : 07.26
Jakarta - Petabencana.id sebuah platform bagi manajemen kebencanaan, untuk mengubah kicauan di media sosial dan digital menjadi informasi penting.

Keberadaanya 5elah menyajikan pelaporan banjir tidak hanya pada wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Semarang, Surabaya dan Bandung.

Sejak tahun lalu, Petabencana.id telah mengembangkan pelaporan banjir ke seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan crowdsourcing banjir periode 1 – 30 Mei 2020, tercatat beberapa kejadian banjir di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan PetaBencana.id mencatat laporan banjir yang diterima dari warga.

"Laporan diperoleh melalui media sosial Twitter, Facebook, dan Telegram," sebutnya dalam siaran pers, Rabu 3 Juni 2020.

Data menunjukkan masyarkat terdampak banjir di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Total ada 79 laporan ​crowdsourcing yang dikumpulkan dari 32 wilayah di 15 provinsi selama periode 1 - 31 Mei 2020.

Dalam penyajian informasi pada dashboard, PetaBencana.id mengumpulkan, menyortir, dan “memvisualisasikan” data menggunakan CogniCity Open Source Software.

Ini merupakan sebuah platform untuk manajemen kebencanaan, untuk mengubah kicauan di media sosial dan digital menjadi informasi penting bagi warga, komunitas, dan instansi pemerintah.

Platform ini menggunakan paradigma “manusia sebagai sensor terbaik”, sebagai laporan terkonfirmasi dikumpulkan secara langsung dari pengguna di lapangan, dengan metode yang memungkinkan pengolahan data yang cepat dengan biaya minimum.

Kerangka kerja ini menghasilkan data real-time dan akurat, yang langsung tersedia untuk pengguna dan petugas darurat berwenang. Di samping tipe pelaporan banjir, Petabencana.id menambahkan tipe laporan bencana pada platform yang selama ini menampilkan bencana banjir.

"Penambahan tipe pelaporan bencana mencakup bencana gempa bumi, kebakaran hutan, kabut asap, angin puting beliung dan erupsi gunung api," jelasnya. Mensosialisasikan penambahan tipe pelaporan tersebut, PetaBencana.id akan melakukan seminar melalui ruang digital atau webinar.

Tema yang diangkat yaitu “Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Masa Pandemi”, yang rencananya akan dilaksanakan pada Juni 2020. Petabencana.id akan mengundang BNPB, BPBD, organisasi maupun komunitas penggiat kebencanaan di Indonesia.

Dalam implementasinya, Yayasan Peta Bencana bermitra dengan BNPB dan BPBD DKI Jakarta, serta melibatkan Pacific Disaster Center (PDC) dan Humanitarian Openstreetmap Team (HOT) sebagai mitra proyek.

PetaBencana.id adalah bagian dari USAID BNPB InAWARE: Proyek Manajemen Bencana Peringatan Dini dan Penguatan Kapasitas Dukungan Keputusan di Indonesia. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi