Pemprov Bali Bertahap dan Selektif Laksanakan New Normal Saat Pandemi Covid-19

Kamis, 25 Juni 2020 : 20.08
Denpasar
- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menegaskan pelaksanaan new normal akan diberlakukan secara bertahap dan selsektif saat pandemi covid-19. 

Hal itu di sampaikan Cok Ace saat tampil menjadi pembicara pada kegiatan seminar daring (webinar) yang dilaksanakan INews TV, Kamis (25/6/2020).

Webinar juga menampilkan tiga narasumber lainnya yaitu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) I Made Sudjana. 
 
Webinar diikuti oleh 450 peserta dan dapat langsung berinteraksi dengan para narasumber, dalam kesempatan itu, Wagub Cok Ace menyampaikan hal-hal tentang menguraikan kronologis masuknya COVID-19 ke Daerah Bali.

Merunut ke belakang, kasus positif COVID-19 di Daerah Bali pertama kali ditemukan tanggal 4 Maret 2020. Di awal perkembangannya, kasus positif COVID-19 didominasi oleh kasus imported case yang dibawa oleh pelaku perjalanan dari negara-negara terjangkit.

Menurut Cok Ace, penambahan kasus positif dari imported case sejalan dengan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali, saat itu, penanganan COVID-19 difokuskan pada upaya lokalisir melalui pemeriksaan yang sangat ketat terhadap PMI yang baru tiba. 

Bila dari hasil tes, PMI menunjukkan hasil positif, penanganannya langsung diambil alih gugus tugas provinsi. Sementara yang hasil tesnya negatif, diarahkan ke kabupaten/kota untuk menjalani proses karantina. 

Dalam penanganan COVID-19, Bali tak memilih untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana yang ditempuh sejumlah daerah. 

Dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen, temasuk desa adat melalui pembentukan Satgas Gotong Royong, Bali terbukti mampu membendung penyebaran COVID-19.

Beberapa minggu terakhir memang terjadi trend peningkatan kasus positif COVID-19 yang disebabkan transmisi lokal. 

Klaster pasar menjadi episentrum penularan COVID-19 dan saat ini gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota sedang berupaya untuk menahan laju penyebaran pandemi ini. Memang perlu semangat dan tenaga lebih besar dalam penanganan transmisi lokal. 

"Saya berharap kasus COVID-19 tak makin bertambah sehingga kita bisa melaksanakan time line new normal yang telah dirancang yaitu dimulai tanggal 9 Juli 2020 mendatang," ujarnya.

Tahap pertama new normal diperuntukkan bagi masyarakat lokal. Misalnya rekreasi dan olah raga, masyarakat lokal juga membutuhkan. Inilah yang kita buka secara bertahap dan selektif. 

"New normal jangan langsung dikaitkan dengan pembukaan sektor pariwisata untuk wisatawan asing, karena sejumlah negara yang menjadi market kita pun masih terikat dengan kebijakan yang saat ini masih diberkukan seperti pembatasan untuk bepergian," sambungnya.

Pelaku pariwisata di era new normal  akan menghadapi tantangan yang berat. Mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar karena wajib menerapkan protokol kesehatan untuk memberi rasa aman bagi wisatawan. 

Di pihak lain, jumlah kunjungan wisatawan belum akan normal karena dibatasi oleh protokol kesehatan dalam pesawat dan regulasi lainnya. Kita punya jumlah kamar yang cukup banyak dan harus bersaing dengan kompetitor dalam dan luar negeri. 

Di tengah pandemi yang belum tahu kapan berakhir, kita tak bisa memilih antara ekonomi dan kesehatan. Kita harus cerdas dan bijak agar keduanya tetap berjalan secara selaras. 

Agar tahapan yang telah dirancang pemerintah dapat telaksana sesuai jadwal, saya mohon dukungan seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan menjaga kesehatan. 

Sementara itu, Bupati Giri Prasta dan Bupati Suwirta kompak menyatakan bahwa dalam penanganan COVID-19 mereka satu komando dengan gugus tugas provinsi dan nasional. 

Bupati Suwirta sangat berterima kasih atas dukungan penuh gugus tugas provinsi dalam penanganan kasus transmisi lokal Pasar Galiran.(riz) 
Bagikan Artikel

Rekomendasi