Pemandangan Langka, Penyu Lekang Bertelur Siang Hari di Pantai Sosadale Rote Ndao

Sabtu, 20 Juni 2020 : 10.31
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono menjelaskan bahwa lokasi penyu bertelur tersebut termasuk dalam  Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu yang dikelola oleh BKKPN Kupang/ist
Kupang
–  Pemandangan langka terjadi saat sekor penyu lekang bertelur pada siang hari di Pantai Sosadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. 

Peristiwa jarang terjad itu terekam pada Rabu (17/06) pukul 10.00 WITA.  Sebanyak 145 telur dikeluarkan dari tubuh hewan yang dilindungi ini. 

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan peristiwa langka itu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono menjelaskan bahwa lokasi penyu bertelur tersebut termasuk dalam  Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu yang dikelola oleh BKKPN Kupang.

“Saya instruksikan BKKPN Kupang untuk meningkatkan pemantauan dan pengawasan di lokasi peneluran. Sehingga telur penyu terlindungi, dari gangguan predator maupun dari pencurian,” jelas Aryo saat memberikan keterangan di Sukabumi, Sabtu (19/6/2020).

Sementara Kepala BKKPN Kupang, Ikram M. Sangadji menuturkan dalam rangka pelestarian penyu di Pantai Sosadale yang berada di TNP Laut Sawu, KKP membangun demplot penyu dan membina Kelompok Camar Laut sebagai pengelolanya. 

Dari hasil monitoring selama 5 tahun terakhir memang menunjukkan bahwa penyu rutin bertelur di wilayah Pantai Sosadale setiap tahunnya dengan puncak waktu bertelur pada bulan Juli dan Agustus. 

Karena itu, sebagai tindakan pelestarian untuk melindungi telur penyu dari predator maka BKKPN Kupang menginisiasi pembangunan demplot penyu berbasis pengelolaan masyarakat pada tahun 2016,” jelas Ikram di Kupang.

Ikram mengungkapkan saat kejadian Kelompok Camar Laut yang berada di lokasi langsung bergerak cepat untuk merelokasi telur penyu ke demplot penyu untuk mengamankannya dari predator seperti anjing dan babi.

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Ahli Utama KKP Agus Dermawan menjelaskan bahwa penyu bertelur dengan tingkah laku yang berbeda sesuai dengan jenis masing-masing. Setiap jenis penyu memiliki waktu peneluran yang berbeda satu sama lain.

Penyu lekang umumnya bertelur saat menjelang malam (jam 20.00-24.00). Sedangkan penyu sisik waktu bertelur tidak dapat diduga, kadang malam hari, kadang siang hari

Agus menambahkan, penyu biasanya bertelur pada malam hari karena memerlukan kondisi lingkungan yang aman.

Jika terjadi gangguan, penyu akan kembali lagi ke laut, namun menurutnya, jika sudah saatnya harus bertelur dan dirasa siang hari aman, maka penyu akan naik ke pantai untuk bertelur.

“Biasanya penyu lekang membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan proses bertelur dengan jumlah telur per sarang sekitar 109 butir. Selang waktu bertelur per musim  sekitar 17-30 hari,” ujarnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi