Pasien Positif Corona di Bali Capai 1.013 Kasus, Meninggal 7 Orang

Minggu, 21 Juni 2020 : 08.30
ilustrasi/suara.com
Denpasar-
Angka kasus positif terpapar virus corona di Provinsi Bali kian mengkhawatirkan setiap hari ada penambahan pasien baru yang kini sudah mencapai 1.013 kasus dan pasien meninggal menjadi tujuh orang.

"Perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali seccara penambahan jumlah kumulatif pasien positif 1.013 orang yakni bertambah 37 orang WNI, terdiri dari 1 orang PMI, 1 orang Imported Case Indonesia dan 35 orang transmisi lokal," tutur Ketua  Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Sabtu 20 Juni 2020.

Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 586 orang (bertambah 20 orang WNI, terdiri dari 4 orang PMI dan 16 orang Transmisi lokal).

"Sementara itu pasien yang meninggal bertambah satu orang, total sejumlah tujuh orang," sebutnya.

Sedangkan jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 420 orang yang berada di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering).

Angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sejumlah 676 Orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Indra menambahkan, berdasar Surat Edaran Nomor: 257/GugasCovid19/VI/2020 tanggal 16 Juni 2020 tentang Penghentian Rapid Test Gratis di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali tidak akan lagi memberikan pelayanan rapid test gratis untuk awak kendaraan logistik di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai yang akan dimulai pada hari Kamis, 18 Juni 2020 mulai pukul 08.00 WITA.

"Awak kendaraan logistik wajib membawa surat keterangan rapid test secara mandiri," katanya menegaskan.

Berdasarkan Surat Edaran No.440/8890/Yankes.Diskes/2020 tanggal 18 Juni 2020, untuk pemeriksaan Rapid Test dan Swab PCR pelaku perjalanan dan keperluan sendiri atau mandiri dapat dipungut biaya sesuai ketentuan tarif di masing-masing Fasilitas Kesehatan.

Ketentuan tarif Rapid Test yang diberlakukan di masing-masing Fasilitas Kesehatan agar menyesuaikan dengan unit cost dengan mengupayakan biaya tidak melebihi Rp. 400.000. Sedang biaya pemeriksaan Swab PCR agar disesuaikan dengan unit cost dan diupayakan tidak melebihi Rp. 1.800.000. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi