Panen Perdana di Karangasem, BI Dorong Hilirisasi Komoditas Cabai

Jumat, 12 Juni 2020 : 16.09
Bupati Karangasem IGusti Ayu Mas Sumatrri bersama Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Risky E Wimanda saat panen perdana cabai rawit organik di Dusun Gunaksa, Ababi, Abang, Karangasem/kabarnusa
Amlapura - Bank Indonesia terus mendorong hilirisasi olahan komoditas cabai sebagai penopang hasil pertanian dan mendorong perekonomian desa di Tanah Air.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Risky Emadi Wimanda menyambut baik panen perdana cabai di Dusun Gunaksa Desa Ababi Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem, Jumat (12/6/2020).

Rizki bersyukur, karena cabai rawit yang dikembangkan kelompok tani binaan BI itu, tumbuh baik dan menghasilkan komoditi berkualitas. Dia berharap, keberhasilan tanaman cabai di Desa Ababi ini bisa dikembangkan di daerah lainnya di Bali.

"Bulan februari lalu, saya di sini hanya benih saja, sekarang Alhamdulillah tumbuh besar tingginya melebihi tinggi saya, kalau di Jawa, cabai rawit ini kecil-kecil, panen perdana ini besar-besar, ini luar biasa," ungkapnya.

Pihaknya berterima kasih atas dukungan Bupati Karangasem, DPR RI serta keseriusan petani cabai di Karangasem sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, pihaknya mendukung hilirisasi cabai ini dalam bentuk olahan sambel kering, sambal basah yang keduwarsanya sampai enam bulan dan lainnya.

"BI mendorong ke depan agar bisa diperluas pemasarannya di supermarket-supermaket tetapi harus ada sertifikat halal dan BPOM," tandasnya. Setelah produk itu mendapat sertifikat tersebut maka pemasarannya bizsa melakukan secara online melalui aplikasi-aplikasi.

Jadi, pemasaran online tersebut langsung dari petani atau produk langsung ke konsumen. Pemasarannya tanpa melalui pihak kedua atau "middle man", tetapi langsung konsumen.

Dia mencontohkan, ada aplikasi yang.saat ini sudah berjalan yakni Bali Organic Subak (BOS). yang bisa dimanfaatkan petani untuk memasarkan produknya.

Kendalanya, hanya di sinyal jika hal itu bisa diatasi makan akan semakin mudah mempercepat produk sampai ke konsumen. Untuk sementara, Rizki menyarankan pemasaran di sekitar saja termasuk ke BI.

Kedatangan BI ke lokasi panen cabai ini, untuk meningkatkan kapasitas perekomonian. Jika dilihat dari sisi inflasi atau perubahan harga. Perubahan harga itu ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

Untuk itu, suplai atau penawaran perlu ditambah agar kelompok tani lainnya bisa melihat. Misalnya kelompok tani di Desa Ababi yang berhasil memanen cabai rawit dan hilirisasinya bagus ini bisa menjadi contoh petani daerah lainnya.

Hal ini menjadi harapan BI yang akan membuat cluster-cluster agar sekelilingnya meniru, setelah berjalan bagus dipindah lagi ke tempat lain.

"Jadi kehadiran BI itu, agar inflasi rendah dan stabil," tutupnya didampingi Deputi Direktur Sapto Widiatmiko dan Ketua Tim Pengembangan Ekonomi BI Bali.

Panen cabai organik yang dibudidayakan Kelompok Merta Buana dihadiri Bupati Karanganyar I Gusti Ayu Mas Sumatri, Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, para Deputi BI Bali, Dandim 1623/Karangasem Letkol Bima.Santosa, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Karangasem Wayan Supandi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri berharap agar sektor pertanian terus digenjot produktivitas hasil pertanian untuk menggerakkan ekonomi desa.

"Semua masyarakat nanti melalui Pemerintah Daerah mengajarkan bagaimana membudidayakan cabai seperti ini," tandasnya.

Menurut Mas Sumatri, harga cabai saat ini murah karena belum diolah. Jika sudah diolah maka harhga cabai akan menjadi mahal dan stabil. Nantinya, akan dibentuk BUMD yang akan berperan mengolah dan menstabilkan harga.

"Kedepan akan cita-cita di sini bisa menjadi desa wisata untuk produksi cabai dan olahan lainnya. Cabai di Karangasem ada di Kecamatan Abang," imbuhnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi