Motivasi Mahasiswa, Koster Ungkap Kisah Hidupnya Hingga Menjadi Gubernur

Selasa, 09 Juni 2020 : 21.57
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menceritakan perjalanan hidupnya dari keluarga miskin hingga menjadi orang nomor satu di Bali. Hal itu disampaikannya, saat menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Perguruan Tinggi kepada mahasiswa yang terdampak COVID-19.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Bali di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (9/6/2020).

BST PT diberikan kepada mahasiswa yang orang tuanya kena imbas COVID-19 seperti dirumahkan, kena PHK atau usahanya tak bisa berjalan.

Selain itu, bantuan juga ditujukan bagi mahasiswa yang membiayai sendiri kuliahnya dengan bekerja paruh waktu dan di tengah COVID-19 terpaksa harus berhenti bekerja.

BST-PT dialokasikan dari dana APBD Pemprov Bali dan merupakan inisiatif kebijakan Gubernur Koster. Tujuannya melengkapi skema bantuan pemerintah pusat serta memberikan bantuan nyata bagi para mahasiswa terdampak COVID-19.

Dalam upaya penanganan dampak COVID-19, pusat menerapkan skema penyaluran bantuan berbasis data terpadu kesejahteraan sosial. Bantuan disalurkan sejumlah kementerian seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dalam bentuk bantuan langsung tunai dan bantuan sosial tunai, sementara Kementerian Tenaga Kerja punya program kartu pra kerja.

Guna mengoptimalkan upaya penanganan dampak COVID-19, Pemprov Bali mengambil kebijakan untuk melengkapi program pusat dengan menyentuh sektor yang belum terakomodir skema pusat, salah satunya bidang pendidikan.

“Kita sadar bahwa yang terdampak bukan hanya masyarakat di desa dan para pekerja, dunia pendidikan juga kena imbas,” ujar Gubenur Koster yang dalam kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali IKN Boy Jayawibawa. Total BST-PT yang dikucurkan sebesar Rp. 13.879.000.000, dengan total penerima bantuan sebanyak 9.412 orang.

Dari total jumlah bantuan tersebut, sebesar Rp. 4.507.000.000 diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi Negeri dengan sasaran 3.164 mahasiswa. Sedangkan realisasi BTS untuk Perguruan Tinggi Swasta sebesar Rp. 9.372.000.000 yang diperuntukkan bagi 6.248 mahasiswa.

Tiap mahasiswa memperolah bantuan tunai sebesar Rp. 1.500.000 untuk meringankan beban pembayaran uang kuliah di tengah masa pandemi COVID-19.

Kepada mahasiswa penerima BST, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini berpesan agar mereka tetap semangat dalam menempuh pendidikan hingga suatu hari nanti bisa menjadi kebanggaan keluarga.

Di tengah situasi prihatin, para mahasiswa juga diingatkan agar memanfaatkan uang secara bijak.

Dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan oleh sebagian besar kelompok masyarakat hendaknya makin memantik semangat para mahasiswa untuk terus begerak dalam tatanan kehidupan era baru, melatih diri memecahkan persoalan dan melepaskan diri dari ketergantungan.

“Ingat, masa depan ada di tangan adik-adik. Jangan tergantung pada warisan orang tua, jangan manja dan menghambur-hamburkan duit orang tua,” ujarnya seraya meminta mahasiswa agar menekuni kegiatan positif dan menjauhi narkoba.

Gubernur Koster menyemangati para mahasiswa dengan berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya. Gubernur Koster berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, kondisi ekonomi itu tidak mampu memadamkan tekadnya untuk bersekolah setinggi mungkin.

Saat belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Koster membiayai sendiri kuliahnya dengan bekerja sebagai pembimbing belajar bagi murid SMP dan SMA. Ia juga sangat aktif dalam organisasi kampus yang kemudian memberinya jaringan luas dalam kancah politik nasional.

“Orang bangga karena orang tuanya kaya, saya bangga karena orang tua miskin. Karena kondisi prihatin itulah yang telah menempa dan melatih diri saya dengan keras sehingga menjadi orang yang tahan banting, dan bisa survive seperti sekarang,” ucapnya sembari mengingatkan para mahasiswa agar banyak bergaul dan pantang menyerah.

Kebijakan Gubernur Koster dalam meringankan beban pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak COVID-19 ini mendapat sambutan positif dari sejumlah mahasiswa.

Ni Putu Mega Purnami, Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris UNUD menyebut kebijakan ini sebagai langkah yang luar biasa dan sangat membantu. Sebagai anak dari orang tua yang kena PHK, Purnami merasa sangat terbantu program BST ini.

Hal senada juga diutarakan Ni Kadek Dwi Putri Dianawati yang saat ini menempuh pendidikan di ISI Denpasar. Ia menyampaikan rasa terima kasih karena beban orang tuanya dalam membayar uang kuliah. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi