Menteri Edhy Buka Akses Permodalan Bagi Entrepreneur Milenial Saat Pandemi Corona

Selasa, 02 Juni 2020 : 22.29
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen dalam pengembangan usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Seperti pada tahun 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha produksi minimal 60%.

Adapun total plafon KUR yang disiapkan sebesar Rp190 triliun dan akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai Rp325 Triliun pada tahun 2024. Sementara suku bunga KUR ditetapkan sebesar 6% yang berlaku efektif per tahun.

"Peningkatan plafon KUR Mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Skema KUR Khusus maksimal plafon sampai dengan Rp500 juta," tutur Edhy Prabowo.

Saat ini, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet serta jasa pengiriman barang semakin populer di masyarakat. Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk juga pola konsumsi ikan.

"Produk olahan ikan yang siap masak, siap makan, ikan kaleng, value added product seperti baso ikan, otak-otak menjadi semakin diminati oleh masyarakat," ujarnya.

Menteri Edhy melihat adanya peluang ekonomi bagi UMKM perikanan di tengah pandemi. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi ikan bisa dioptimalkan oleh UMKM Perikanan untuk semakin memperluas usahanya.

Terlebih permintaan ikan tetap tinggi karena orang membutuhkan makan serta meningkatkan sistem imun. Selain itu merujuk pada nilai ekspor pada triwulan pertama 2020 juga menunjukkan kinerja yang masih baik.

"Saya percaya Sektor Kelautan dan Perikanan menjadi salah satu sektor pemenang dalam situasi pandemi COVID-19, untuk itu saya mengajak para wirausaha muda untuk melihat peluang di balik pandemi COVID-19," ujar Menteri Edhy.

Dalam kurun waktu 3 bulan pandemi, KKP juga telah melakukan refocusing anggaran dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi guna meminimalisir dampak covid-19 di sektor kelautan dan perikanan.

Program-program yang dihasilkan di antaranya, Bakti Nelayan, bantuan benih ikan air tawar, payau, dan laut, bantuan induk, bantuan bibit rumput laut, serta bioflok.

Selanjutnya ada program minapadi, asuransi usaha budidaya, bantuan pakan, mesin pakan mandiri dan bahan baku, percontohan budidaya maggot di UPT dan juga di masyarakat.

Kemudian bantuan sarana mendukung revitalisasi tambak, bantuan sarana budidaya laut, cold storage, perluasan jangkauan Gemarikan dan promosi Gemarikan.

"Lalu Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR), rehabilitasi kawasan mangrove; Bulan Bakti Karantina Ikan; dan digitalisasi pemasaran produk kelautan dan perikanan," tutupnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi