Mayoritas UMKM Binaan KPwBI Bali Terdampak Covid-19

Kamis, 25 Juni 2020 : 00.00
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist

Denpasar -  Hampir seluruh UMKM Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali terdampak covid-19.

"Dampak yang dirasakan lebih kuat adalah yang bergerak di sektor kerajinan/industri kreatif/pariwisata," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho saat
penyerahan bantuan sarana kesehatan dan sembako kepada UMKM Binaan KPwBI Provinsi Bali dan warga yang terdampak covid-19 di Kantor BI Bali, Renon, Denpasar Rabu (24/6/2020)..

Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir ini membawa dampak bagi seluruh sektor perekonomian di Indonesia.

Trisno memaparkan, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan menurun pada triwulan II 2020. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan PSBB yang mengurangi aktivitas ekonomi.

Kemudian, ekonomi diperkirakan akan mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menurun pada kisaran 0,9% - 1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0% - 6,0% pada 2021.

Dengan pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I 2020 menjalani kontraksi menjadi 1,14% (yoy) seiring dengan tertahannya kunjungan wisatawan ke Bali.

Dari sisi pengeluaran, hampir semua komponen mengalami kontraksi, kecuali konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif.

Demikian juga, dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh lapangan usaha utama Bali mengalami kontraksi kecuali pertanian dan konstruksi.

Pada bulan Mei 2020, Bali tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm), sedikit lebih rendah dibandingkan deflasi bulan sebelumnya (-0,33%) dan berbeda arah dengan inflasi nasional yang sebesar 0,07% (mtm). Komoditas penyumbang inflasi utama antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, cumi-cumi dan kangkung.

Hampir seluruh UMKM Binaan KPwBI terdampak covid-19. Dampak yang dirasakan lebih kuat adalah yang bergerak di sektor kerajinan/industry kreatif/pariwisata.

Meskipun telah melakukan shifting produksi menjadi masker bagi UMKM garmen/fashion serta meluncurkan inovasi produk-produk baru, namun sejumlah UMKM merasakan jatuhnya penghasilan dari ketergantungan terhadap sektor pariwisata.

Terjadi juga kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan, bagi masyarakat ekonomi ke bawah. Kesulitan tersebut berpotensi mengakibatkan lemahnya imunitas masyarakat, sehingga upaya pencegahan covid-19 tidak dapat dilakukan secara optimal.

Bank Indonesia Provinsi Bali tentu tidak berdiam diri. Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), KPwBI Provinsi Bali telah melakukan pemberian paket APD dan sarana kesehatan serta paker sembako kepada gugus tugas covid-19 di Kota Denpasar, RSUP Sanglah, RSUD Wangaya, dan RSUD Klungkung.

Selain itu, kami juga bersinergi dengan BMPD Provinsi Bali dan Anggota Komisi XI DPR-RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya dalam penyaluran paket sembako dan sarana kesehatan kepada gugus tugas covid-19 di Gianyar, Buleleng, Bangli, Jembrana, Karangasem, Kab. Tabanan.

"Kami juga telah menyalurkan paket sembako dan sarana kesehatan bagi masyarakat yang terdampak covid-19 dan menyalurkan masker kain kepada seluruh desa adat di Provinsi Bali melalui Majelis Desa Adat Provinsi Bali," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi