Masa Pandemi Covid-19, Konsumsi Migas di Bali Alami Penurunan Signifikan

Sabtu, 06 Juni 2020 : 06.57
Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19/ist
Denpasar - Selama masa pandemi virus corona Covid-19 konsumsi BBM dan LPG di Bali mengalami penurunan signifikan dibanding kondisi normal.

Dalam kondisi normal, setiap tahunnya, angka konsumsi BBM dan LPG pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri memiliki tren peningkatan. Tapi hal ini berbeda dengan yang terjadi pada masa pandemi.

"Penurunan konsumsi BBM pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini untuk produk jenis Gasoline (Premium dan Perta Series) sampai dengan (Minggu, 31/5) turun sebesar 45 persen dibanding dengan konsumsi harian normal.

" Dari 2.700 Kilo Liter (KL) per hari menjadi 1.400 KL," ungkap Sales Area Manager Retail Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V wilayah Bali, Deny Sukendar dalam siaran pers, Jumat 4 Juni 2020.

Sementara untuk jenis Gasoil (Biosolar dan Dex Series) juga ikut turun sebesar 32 persen, dari 560 KL menjadi 380 KL per hari," papar Deny.

Untuk konsumsi Liquified Petroloeum Gas (LPG) sektor rumah tangga, selama Ramadhan dan Idul Fitri 2020 sampai dengan kemarin tercatat turun sekitar 13 persen, dari 680 Metrik Ton (MT) per hari menjadi 590 MT.

Yang termasuk LPG sektor rumah tangga adalah LPG subsidi 3 kilogram (Kg), serta Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg.

"Kami juga menghimbau agar konsumen mulai membiasakan bertransaksi secara nontunai atau cashless dengan penggunaan aplikasi MyPertamina dalam pembelian BBM dan LPG, supaya mengurangi potensi penyebaran virus melalui uang tunai," tambah Deny.

Deny juga menyampaikan bahwa apabila masyarakat membutuhkan informasi tambahan mengenai layanan maupun produk-produk berkualitas dari Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 yang siap melayani nonstop selama 24 jam.

Di pihak lain, untukmemenangi perjuangan melawan wabah COVID-19 akan mengubah rutinitas beribadah, kegiatan belajar-mengajar, dan perekonomian masyarakat ke depannya.

Pemerintah mengindikasikan bahwa pola hidup masyarakat Indonesia dalam berkegiatan di luar rumah tidak akan sama seperti sebelumnya.

Pertamina selaku penyedia energi pun merespons hal itu dengan menerapkan standard operating procedure (SOP) yang sesuai dengan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran COVID-19.

Layanan untuk penyediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) tetap akan berlangsung. Pertamina telah membentuk Tim Satuan Tugas Ramadhan, Idul Fitri, dan COVID-19 (Satgas Rafico), untuk memastikan kelancaran distribusi energi.

”Pertamina tetap menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bali, dan tiga provinsi lainnya,” ungkap Sales Area Manager Retail Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V wilayah Bali, Deny Sukendar.

Deny menambahkan, Pertamina hadir dan mengambil peran lebih dari tugas utamanya untuk menyalurkan energi. Kepedulian itu diwujudkan dengan menggulirkan Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19.

Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) pun disalurkan melalui posko gugus tugas percepatan pencegahan wabah COVID-19 dan fasilitas layanan kesehatan mulai dari rumah sakit rujukan hingga puskesmas di Bali.

Program ini juga menyasar pekerja sektor nonformal yang terdampak secara ekonomi. Paket bahan makanan pokok dan suplemen daya tahan tubuh dibagikan kepada berbagai pihak, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pertamina bersinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat dan tepat memberikan bantuan tersebut. Pertamina juga tergerak mendukung eksistensi para pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu diwujudkan dengan pemberdayaan UMKM binaannya. Sebagian dari APD yang disalurkan merupakan produk UMKM binaan Pertamina, khususnya di bidang usaha konveksi.

Upaya peralihan produk itu merupakan bentuk solusi Pertamina agar industri UMKM tetap eksis di tengah pandemi. Di lain sisi, usaha itu menjawab permasalahan tingginya permintaan APD.

Selain bantuan materi, Pertamina Group melakukan berbagai sosialisasi, salah satunya dengan menggiatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sejalan dengan hal itu, Pertamina melakukan penyemprotan disinfektan dan pendistribusian hand sanitizer, serta menyerahkan alat cuci tangan portabel untuk disebarluaskan di titik pusat keramaian aktivitas masyarakat.

Harapannya, masyarakat lebih tersadarkan untuk menjaga kebersihan, baik diri sendiri maupun lingkungan.

Pertamina Group merupakan bentuk sinergi dari seluruh afiliasi PT Pertamina (Persero) yang beroperasi di wilayah Bali, terdiri dari Sales Area Pertamina Wilayah Bali, Integrated Terminal Manggis, Fuel Terminal Sanggaran, Depo Pengisian BBM Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai, serta mitra Pertamina yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas).

Sampai dengan Hari Minggu kemarin (31/5), Pertamina Group sudah menyalurkan bantuan senilai lebih dari 520 juta rupiah, melalui Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19 di Bali.

Upaya itu merupakan wujud bakti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi