Tenaga Kesehatan Desak Bupati Bangli Soal Status dan Kesejahteraan

Selasa, 16 Juni 2020 : 13.43
Bangli - Sejumlah perwakilan 12 Puskesmas se-kabupaten Bangli sebanyak 15 orang yang tergabung dalam Forum pengabdi tenaga kesehatan Bangli datangi Bupati Bangli Made Gianyar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bangli, (15/06/2020).

Dipimpin oleh I Ketut Bawa Makmur Tama selaku Ketua Koordinator Forum Pengabdi Tenaga Kesehatan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan bersama Bupati Made Gianyar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bangli dan Kepala BKD dan Pengembangan SDM Bangli.

Ketut Bawa Makmur Tama sampaikan kondisi aktual Petugas Pengabdi Tenaga Kesehatan, yang jauh dari perhatian Pemerintah, dan sejak bekerja selama ini, kejelasan atas kondisi gaji, dan ketetapan status kerjanya, jauh panggang dari api.

Melalui kesempatan tersebut, Ketut Bawa Makmur Tama berharap, agar diberikan kesempatan untuk menjadi tenaga Kontrak Daerah dan harapan Pengabdi Tenaga Kesehatan untuk kejelasan status kepegawaian dan kesejahteraan.

Dalam hal ini, Forum pengabdi tenaga kesehatan Bangli mendesakkan agar mendapatkan upaya proses penyelesaian sesegera mungkin agar menjadi perhatian serius untuk mendapatkan hak kepastian kerja sebagai Tenaga Kontrak Daerah.

"Diera Pandemi Covid 19 ini kami bekerja dengan resiko yang sangat tinggi ,tanpa di gaji dan tidak memiliki jaminan sosial kesehatan, selama bertahun tahun kami mengabdi dengan ikhlas ,dan namun kami juga manusia dimana ada keluarga yg harus kami nafkahi utk kehidupan yang layak “ujarnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Made Gianyar menyatakan siap mengakomodir harapan pengabdi tenaga Kesehatan untuk diangkat menjadi pegawai kontrak, upah atau honor mereka nantinya disesuaikan dengan Upah Minimun Regional (UMR).

Ada 107 orang tenaga Kesehatan pengabdi yang tersebar di seluruh kecamatan di Bangli dengan massa pengabdian dari 3 tahun hingga 12 tahun.

Dengan melihat kondisi keuangan daerah, pihaknya memaklumi pemerintah belum melakukan pengangkatan P3K atau PNS, namun para pengabdi ini berharap paling tidak pemerintah bisa mengangkat sebagai pegawai kontrak.

“Harapan semua tenaga pengabdi bisa diangkat sebagai pegawai kontrak. Kami siap untuk bekerja, dan memang bisa dilihat dari massa pengabdian,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Made Gianyar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr I Nengah Nadi dan Kepala BKD dan Pengembangan SDM Bangli, Gede Arta mengatakan, sebelumnya sudah ada keinginan untuk mengangkat pengabdi sebagai tenaga kontrak kegiatan, hanya saja belum terlaksana.

“Memang keinginan untuk tenaga pengabdi kesehatan menjadi pegawai kontrak sudah terpikirkan, namun belum terlaksana dan dipastikan kali ini akan ada pengangkatan tenaga pengabdi,” sambungnya.

Bupati Made Gianyar menegaskan, dalam pengangkatan tentu akan dilakukan seleksi yang ketat, dengan harapan pengabdi yang diangkat memang betul-betul pekerja, pihaknya tidak ingin baru ada pengangkatan, kemudian ramai-ramai orang melamar.

“Kami tidak ingin yang sebelumnya sudah berhenti mengabdi, kemudian baru mendengan informasi diangkat sebagai pegawai kontrak kembali datang bekerja, payah kalau hal ini sampai terjadi,” tegasnya.

Disinggung terkait kuota atau formasi pengangkatan, Bupati Made Gianyar tidak menyebutkan secara detail. Namun untuk pengangkatan harus disesuaikan dengan kinerja. Selain itu, melihat rasio, agar jangan sampai ada pustu (Puskesmas Pembantu) yang kosong.

“Jangan sampai ada Pustu kosong, dan bila memungkinkan di Pustu ada bidan dan dibantu perawat,” sebutnya. Untuk proses pengangkatan akan ada rekomendasi dari kepala Puskesmas sebab, Kepala Puskesmas yang lebih tahu kinerja dari tenaga pengabdi selama ini.

“Kami langsung perintahkan BKD untuk melakukan pendataan. Mereka yang diangkat sesuai dengan kinerja yang bersangkutan. Meski pengabdian baru sebentar namun betul-betul bekerja, bisa saja diangkat.

Kalau pun pengabdian belasan tahun, tapi masuk jarang bisa saja dikalahkan oleh perawat yang massa pengabdian lebih sedikit, tentu harus dilandasi kejujuran sehingga usulannya sesuai kondisi, jangan sampai ada kebohongan,” tutupnya. (Riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi