Juarai Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Bali Raih Insentif Rp 5 Miliar

Senin, 22 Juni 2020 : 19.35
Bali berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dari tujuh kategori yang dilombakan. Kategori pertama, Provinsi Bali menyabet gelar terhormat juara I untuk sektor klaster pasar tradisional/ist. 

Jakarta - Bali berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dari tujuh kategori yang dilombakan. Kategori pertama, Provinsi Bali menyabet gelar terhormat juara I untuk sektor klaster pasar tradisional. 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menerima Piagam Juara Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman dari Covid-19 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Atas prestasi ini, Provinsi Bali mendapat hadiah berupa tambahan Dana  Insentif Daerah (DID) sebesar  3 Miliar. Bali juga memperoleh Juara II untuk Kategori Transportasi Publik  dengan nominal hadiah berupa tambahan DID sebesar 2 Miliar.

Penyerahan hadiah dilaksanakan di Sasana Bhakti Praja Gedung C, Jakarta, yang diserahkan langsung Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Senin. (22/6/2020)

Kegiatan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri ini dilaksanakan berdasarkan keharusan semua pihak, semua kalangan untuk kembali aktif dalam tatanan kehidupan di segala bidang kegiatan secara otomatis akan berubah drastis.

Seluruh bidang kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sangat berbeda dari sebelumnya. 

Sehingga dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap jalan, tetapi aman dari Covid-19.Memasuki hampir 4 (empat) bulan berjalan wabah corona di Indonesia belum menunjukkan tanda akan mereda. 

Tentunya hal ini mengharuskan semua pihak untuk turut bersinergi saling mengingatkan tentang penerapan protokol kesehatan bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah. 

“Saya sangat menghargai inisiatif Kemendagri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki tatanan normal baru, sudah tentu diperlukan inovasi yang menjadi kunci keberhasilan suatu daerah memasuki era produktif dan aman Covid-19,” hal ini disampaikannya secara virtual dalam acara penganugerahan bagi para pemenang.

Untuk itu, dia mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemendagri untuk memberikan penghargaan dan insentif pada daerah baik tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan bahkan juga daerah tertinggal.

Saya ingin dan saya juga telah mendengar inovasi apa saja yang telah dihasilkan oleh lebih dari 2.517 inovasi di sektor pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata dan trasnportasi umum.

"Semua inovasi ini merupakan sumbangan bagi daerah dan sektor ekonomi lainnya untuk dapat segera menyiapkan tatanan  normal baru produktif dan aman Covid-19,” sambungnya.

Dalam kesiapan untuk memulai aktivitas ekonomi dalam tatanan normal baru harus diperhatikan dengan baik terutama terkait wilayahnya harus dipastikan kondusif karena selain produktif kegiatan ekonominya harus dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. 

“Peran Pemda menjadi sangat penting, karena 548 Pemda Tingkat I Provinsi, dan Tingkat II Kabupaten/ Kota bersentuhan langsung dengan masyarakat masing-masing," imbuhnya.

Karenanya, Kemendagri bersama dengan Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Covid-19, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Kemendag, dan BNPP berinisiatif membuat lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19 dengan simulasinya di 7 sektor kehidupan yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi umum, tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Upaya adaptasi ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, dengan istilah tatanan kehidupan baru yang produktif, aman Covid-19. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi