Gugus Tugas Covid-19 Bali Stop Rapid Test Gratis Awak Kendaraan Logistik

Rabu, 17 Juni 2020 : 16.38
Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra/ist
Denpasar - Kegiatan rapid test gratis bagi awak kendaraan logistik yang akan memasuki Bali yakni di Pelabuhan Gilimanuk Jembrana dan Pelabuhan Padangbai Karangasem akhirnya dihentikan.

Terhitung Kamis (18/6/2020) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali tidak lagi memberikan pelayanan rapid test untuk awak kendaraan logistik di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai.

Penghentian pelayanan rapid test gratis tersebut akan dimulai pada pukul 08.00 Wita.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra disela-sela memimpin Rapat Evaluasi Upaya Menekan Transmisi Lokal yang dilaksanakan secara daring dari ruang kerjanya, Selasa (16/6/2020).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian GTPP telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 257/GugasCovid19/VI/2020 tanggal 16 Juni 2020 tentang Penghentian Rapid Test Gratis di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai.

Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut hasil Rapat Evaluasi Pintu Masuk Ketapang-Gilimanuk tanggal 15 Juni 2020 dan surat Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali No.189/GugasCovid19/V/2020 tentang Penanganan Covid-19 tanggal 30 Mei 2020.

Dia menegaskan, seluruh awak kendaraan logistik yang akan melakukan penyeberangan wajib membawa surat keterangan rapid test yang dilakukan secara mandiri yang dikeluarkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah atau Pemerintah Daerah atau Dinas Kesehatan atau pihak berwenang lainnya yang ditentukan oleh GTPP Covid-19 setempat sesuai persyaratan.

PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan dan memfasilitasi pelaksanaan rapid test secara mandiri di areal Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

"Bagi masyarakat pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan surat keterangan rapid test yang dipergunakan sebagai salah satu syarat menyeberang ke Bali,” ungkap Indra.

Dia meminta seluruh stakeholder terkait agar membantu memberikan sosialisasi dan bantuan dalam pelaksanaanya.

Sebelumnya di tempat yang sama Dewa Indra juga berbicara secara daring pada kegiatan Training of Trainers (TOT) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik ‘Desa Adat Tangguh Covid-19 Universitas Udayana’.

Tidak lama berselang, Indra juga memimpin Rapat Evaluasi Upaya Menekan Transmisi Lokal yang diikuti seluruh stakeholder terkait baik dari pihak Pemerintahan Kabupaten / Kota se-Bali, TNI, Polri, Para Pengurus Desa Adat, Desa Dinas serta beberapa pihak terkait lainnya. (ahs)
Bagikan Artikel

Rekomendasi