Gubernur Koster Jamin Ketersediaan Beras Murah Melalui Lumbung Pangan

Jumat, 26 Juni 2020 : 09.05

Penyerahan dilakukan kepada dua belas kelompok Lumbung Pangan dari lima Kabupaten se-Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (25/6)./ist
Denpasar - Untuk memenuhi ketersedian kebutuhan pangan khususnya beras untuk sepanjang waktu secara terjangkau atau murah sebagaimana visi misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, Gubernur Wayan Koster melaksanakan program pengembangan Lumbung Pangan.

Dalam mengawali pelaksanaan program yang bertujuan mewujudkan kedaulatan pangan untuk Bali ini, Gubernur Wayan Koster secara simbolis menyerahkan bantuan kegiatan Lumbung Pangan Masyarakat.

Juga, revitalisasi lumbung pangan agar dapat dikelola untuk pemenuhan kebutuhan beras pada bulan Juli sampai Agustus saat secara umum ketersediaan beras relatif berkurang karena bukan musim panen padi.

Penyerahan dilakukan kepada dua belas kelompok Lumbung Pangan dari lima Kabupaten se-Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (25/6/2020).

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, bantuan bertujuan memperkuat peran Lumbung Pangan Masyarakat yang diberdayakan sebagai lembaga untuk mendukung program ketahanan pangan di provinsi Bali.

“Ke depan kita akan menjalankan program untuk menuju kedaulatan pangan. Tentu ini harus dilakukan secara bertahap.

Salah satu unsur penting di dalam menuju ketahanan pangan ini adalah program ketahanan pangan yang harus kita galakkan di masyarakat,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode ini

Salah satu unsur program ketahanan pangan itu kata Koster adalah  lumbung-lumbung pangan yang harus dihidupkan direvitalisasi kembali diberdayakan sebagai satu lumbung untuk menampung produk-produk pertanian di Bali.

“Jadi ini akan kita galakkan di Bali sebagai lumbung yang merupakan kearifan lokal masyarakat kita warisan dari para penglingsir kita di zaman dahulu,” ujarnya.

Ditambahkannya, beras sebagai pangan pokok masyarakat harus tersedia sesuai jumlah dan waktu kebutuhan serta terjangkau. Agar ketersediaan beras terjamin sepanjang tahun dan merata pada seluruh wilayah dan seluruh krama Bali dilaksanakan kegiatan pengembangan Lumbung Pangan untuk cadangan beras masyarakat.

Ketua Kelompok Lumbung Pangan Subak Anyar Desa Lalang Linggah, Kecamatan Surabrata, Tabanan I Made Sudiartawan mengatakan, bantuan beras dua ton yang diberikan kepada Lumbung Pangan sangat membantu ketersediaan beras apalagi masa pandemi Covid-19.

“Pada saat ini kami sebagian masyarakat sebagai petani merasakan dampak luar biasa yang disebabkan oleh virus tersebut perlu rasanya sebagai cadangan pangan kami di masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan petani juga merasakan dampak pandemi karena memiliki anak dan keluarga yang berhenti bekerja. “Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini,” ujarnya.

Ketua Kelompok Subak Mekar Pertiwi, Desa Buana Giri, Karangasem Nyoman Gunasta mengatakan bantuan sebesar Rp 40 juta digunakan untuk ketersediaan beras untuk masyarakat khususnya di masa Corona ini.

Menurutnya di Desa Buana Giri juga banyak warga terdampak seperti PMI yang dipulangkan dari luar negeri. “Mulai adanya Covid ini kami di desa membangun pasar adat nah kami juga di lumbung pangan mengadakan pasar murah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan kegiatan lumbung pangan masyarakat diberikan kepada tujuh kelompok masing-masing sebanyak Rp 40 juta dan revitalisasi lumbung pangan kepada lima kelompok masing-masing beras sebanyak 20 ton.

”Baik bantuan uang maupun beras ini tujuannya supaya beras ini tersedia sepanjang tahun, khususnya pada kelompok-kelompok, pada wilayah yang kita anggap daerah rentan rawan pangan,” katanya. (lif)


Bagikan Artikel

Rekomendasi