Genjot Sektor Pertanian, BI Dukung Produk Lokal Cegah Inflasi Komoditas Cabai

Sabtu, 13 Juni 2020 : 07.24
Deputi KPw Bali Risky Ernadi mengungkapkan, komoditas cabai sering memberikan pengaruh inflasi karena mengalami fluktuatif/ist
Amlapura -  Bank Indonesia mendorong peningkatan produk pertanian dalam menjaga stabilitas harga dan inflasi dari Komoditas cabai.

Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali mengadakan panen perdana tanaman cabai Kelompok Tani Ternak (KTT) Merta Buana di tengah pandemi COVID-19 di Karangasem, Jumat (12/6/2020).

Panen ini guna menggenjot sektor pertanian dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah adanya inflasi dari komoditas cabai.

Mendukung upaya tersebut, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri turun langsung ikut serta panen bersama Klaster Cabai KTT merta Buana Binaan KPw Bali, Banjar Dinas Gunaksa, Desa Ababi, Abang Karangasem.

Deputi KPw Bali Risky Ernadi mengungkapkan, komoditas cabai sering memberikan pengaruh inflasi karena mengalami fluktuatif.

"Ada kenaikan begitu tinggi dan turun sangat merosot ketika memasuki perayaan agama baik Galungan, Kuningan, Idul Fitri maupun Natal dan Tahun Baru, " kata Risky

Untuk itu, BI mendorong kelompok tersebut agar mengolah menjadi produk lainnya yang memiliki nilai tambah pada masa panen raya.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada KTT Merta Buana yang sudah berinovasi menghasilkan aneka produk hilir yakni Sambal Goreng, Sambal Hijau, Sambal, Chili Sauce, Sambal Klengis, Saus Tomat, Sambal Terasi dan Bubuk Cabai.

"BI sangat mendukung hilirisasi, pemasaran supermarket maupun menggunakan teknologi secara online, " tegas Risky.

Diharapkan, ke depannya produk itu agar dilengkapi dengan standardisasi sertifikasi Halal dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga nantinya produknya dapat laku dipasaran termasuk hotel dan restoran yang merupakan sektor pariwisata yang merupakan andalan Pulau Dewata.

“Produk lokal Bali patut didukung semua komponen agar petani semakin maju dan kehidupannya lebih sejahtera,” imbuhnya.


Anggota Komisi XI DPR I Gusti Agung Rai Wirajaya meminta kelompok petani serius bertanggungjawab terhadap bantuan pemerintah yang disalurkan melalui Bank Indonesia.

Upaya itu agar produktivitasnya bisa berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan pasar. Keseriusan itu apabila benar dilakukan tentunya akan dilirik oleh pasar  dan nantinya akan mensejahterakan petani itu sendiri.

Ia juga berpesan kepada BI dan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga sehingga tidak mengalami inflasi. Sepatatutnya Bali berbangga karena sempat mengalami deflasi, maka dari itu kerja keras bersama terus digenjot dalam membangun sektor pertanian di tengah pandemi.

Memang diakui ditengah pandemi, pertanian telah menjadi pilihan dan mulai lagi diminati bahkan para pengusaha sektor non pertanian. Namun sektor pariwisata tetap dibangkitkan untuk mendatangkan wisatawan nusantara dalam menyambut new normal life.

Penanggungjawab KTT Merta Buana yang juga Kadus Gunaksa I Wayan Antos mengharap agar selalu adanya pembinaan dan pendampingan agar pemberdayaan petani bisa semakin diperluas.

Dalam pengembangannya, pihaknya masih memerlukan sarana dan prasarana agar produk hilir bisa mendapatkan sertifikasi Halal dan BPOM. Selama ini, tanaman cabai sudah dikembangkan seluas 11,2 hektar baik dalam lahan basah dan kering terbagi pada beberapa titik.

Pada kesempatan itu, hadir Dandim Karangasem Letkol Inf Bima Santosa , Kadis Pertanian I Wayan Supandi, Camat Abang Ida Bagus Eka Ananta Wijaya serta Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Karangasem. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi