Era Tatanan Baru, Pendidikan Jarak Jauh Menjadi Model Utama

Rabu, 03 Juni 2020 : 21.28
Webinar Ikatan Alumni (IKA) UT dengan tema “Pendidikan Jarak Jauh sebagai Role Model Pembelajaran Utama di Era new normal”, Rabu (3/6/2020)/KSP
Jakarta - Memasuki era tatanan baru new nornal saat masa pandemi Covid-19 pendidikan jarak jauh merupakan solusi terbaik dalam penerapan sistem belajar-mengajar.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko, menyatakan itu saat sebagai keynote speaker pada Webinar Ikatan Alumni (IKA) UT dengan tema “Pendidikan Jarak Jauh sebagai Role Model Pembelajaran Utama di Era new normal”, Rabu (03/06).

Perkembangan teknologi saat ini juga sangat mendukung untuk penyelenggaraan pendidikan jarak jauh.

"Pada saat pandemi Covid-19 ini, kita menyadari bahwa pendidikan jarak jauh memiliki makna yang luar biasa. Universitas Terbuka (UT) sudah mengaplikasikan cara ini sejak lama, bukan lagi sebuah konsep. Ini menunjukkan pemikiran UT sudah melampau imajinasi kita,” paparnya.

Moeldoko yang juga mahasiswa angkatan 2001 di UT menjelaskan bahwa untuk menuju Indonesia Maju, pembangunan SDM merupakan salah satu agenda yang dijalankan pemerintah.

Dalam hal ini, pendidikan karakter menjadi prioritas yang diamanatkan Presiden Joko Widodo. Diketahui, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui pendidikan karakter.

Perlu adanya evaluasi untuk mengukur sejauhmana tranformasi pendidikan dalam metode pendidikan jarak jauh. Pemerintah juga melakukan upaya peningkatan investasi dan inovasi.

“Pemerintah berupaya menggerakkan sektor swasta dan investasi dengan melakukan rebirokrasi, memotong regulasi sehinga memudahkan investasi yang besar sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” papar Moeldoko.

Pembukaan lapangan pekerjaan, menjadi prioritas pemerintah, salah satunya dengan membentuk program Kartu Prakerja. Bagaimana menyiapkan anak-anak muda atau yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar meningkatkan keterampilannya sehingga siap untuk bekerja.

Hal penting lain yang dilakukan pemerintah, adalah pemberdayaan teknologi sebagai pendukung proses pembelajaran. Hampir 100 persen wilayah Indonesia sudah terjangkau dengan infrastruktur telekomunikasi fiberoptik.

Dengan demikian, proses belajar jarak jauh pun dapat dilaksanakan dengan baik.

Saat ini, dengan adanya proses pendidikan atau pembelajaran di rumah, orangtua lebih berperan dalam memantau perkembangan karakter anak. Sementara, peran guru memberikan penugasan dalam konteks pendidikan karakter dilakukan secara jarak jauh atau online.

“Dalam proses pembelajaran jarak jauh, perlu diperhatikan infrastruktur, media, dan kemampuan kontrol pendidik. Jadi harus ada alat instrument yang disusun guru sebagai alat kontrol perkembangna anak didik yang sekarang ini belajar di rumah,” paparnya.

Pendidikan jarak jauh menjadi role model baru di era pandemi Covid-19 ini.

“UT sudah membuktikan proses ini. UT perlu mengembangkan model instrumen baru dalam memberikan kontrol yang lebih ketat dalam proses transformasi ilmu, bagaimana cara mengukur dan memantaunya,” papar Moeldoko yang mengaku mendapatkan banyak ilmu mengenai tata negara dari buku referensi selama kuliah di UT.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof Aris Junaedi menambahkan, perkembangan teknologi saat ini mendorong eksistensi pendidikan jarak jauh sehingga siswa lebih fleksibel belajar mandiri.

Memasuki new normal ini, lanjut Prof Arif, physical distancing menjadi sebuah keharusan dalam berbagai aktivitas, termasuk bidang pendidikan. Untuk itu, diperlukan fasilitas pendukung agar proses pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan dengan baik.

Kemendikbud memiliki berbagai program kegiatan terkait pendidikan jarak jauh ini. Di antaranya, menyediakan platform pembelajaran daring untuk dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dan mengakses langsung sumber pembelajaran dari perguruan tinggi lain di www.spada.kemdikbud.go.id.

Sementara, bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan online resources, DIkti menyediakan kuliahdaring.kemdikbud.go.id. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi