Doni Monardo Harapkan HIMPI Ciptakan Lapangan Pekerjaan Bagi Warga Terdampak COVID-19

Selasa, 30 Juni 2020 : 05.56
Kepala Gugus Tugas Nasional Doni Monardo/ist
Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diharapkan bisa memberikan solusi dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga yang terdampak pandemi COVID-19.

Diketahui, pandemi COVID-19 memberi dampak luas berbagai sektor. Tantangan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi pekerjaan rumah bersama, khsususnya mengakomodasi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat efisiensi di sektor bisnis atau ekonomi. 

Gugus Tugas Nasional memberi perhatian masalah itu di tengah upaya menghadapi pandemi COVID-19.

Kepala Gugus Tugas Nasional Doni Monardo saat bertemu Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) H. Maming Mardani menyampaikan hal itu guna mendiskusikan topik dampak pandemi tersebut di Graha BNPB, Jakarta, Senin (29/6/2020). 

Doni berharap HIPMI dapat menjadi inisiator dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas dampak pandemi COVID-19.

"Diharapkan untuk bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid, salah satunya pekerja migran Indonesia," ujar Doni.

Pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke tanah air mempunyai kemampuan bahasa asing yang dapat digunakan untuk menjadi pemandu wisatawan asing.

"Ada potensi mereka yang pulang dari luar, rata-rata mempunyai kemampuan bahasa asing yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pemandu wisata bagi wisatawan asing," ucap doni.

Kepala BNPB ini mengharapkan HIPMI untuk menggandeng perangkat desa, lembaga dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dan alam.

"Dengan menggandeng semua elemen masyarakat dapat membangun desa wisata berbasis komunitas, misalnya membuat home stay, memberikan pelatihan, transportasi menggunakan sepeda untuk keliling menikmati keindahan alam Indonesia," kata Doni.

Dicontohkan, upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk membuka kembali pariwisata yang aman COVID-19. Pemerintah setempat serius dalam menggerakan ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata, dengan mengeluarkan sertifikasi protokol kesehatan. Ini menjadi bukti jaminan keamanan dan kesehatan bagi para pengunjung yang datang di kawasan wisata Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, HIPMI mengungkapkan jenis usaha yang masih dapat dikembangkan masyarakat, seperti makanan dan minuman khas setempat.

"Ini dapat dijadikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Namun, ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah seperti pemberian sertifikasi kepada produk lokal," imbuh Mardani.  (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi