Cegah Klaster Baru, GTPP Covid-19 Bali Pastikan Protokol Kesehatan di Pasar

Senin, 22 Juni 2020 : 21.53
Denpasar- Guna mencegah klaster baru Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Bali melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali turun langsung ke lapangan untuk memantau penerapan protokol Kesehatan di pasar-pasar.

Tim Dinas PMD menyasar 3 lokasi pasar yang dikelola desa yakni Pasar Desa Canggu,Kabupaten Badung,  Pasar Desa Tegal Harum, Kota Denpasar dan Pasar Desa Pemecutan Kaja, Kota Denpasar, Minggu 21 Juni 2020.

Selain pemantauan, diikuti Langkah-langkah koordinasi dengan pihak pengelola pasar dan perbekel setempat, guna memastikan kedisiplinan dalam penerapan protokol Kesehatan seperti pemakaian masker, tempat cuci tangan, sanitizer, physical distancing, dan langkah pencegahan lainnya.

Langkah ini dirasa penting, mengingat saat ini kawasan pasar sangat berpotensi menjadi klaster baru penularan covid-19 di Bali seperti beberapa kasus belakangan.

Kadis PMD dan Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina memimpin kegiatan secara umum mendapati beberapa protokol kesehatan telah dilakukan secara baik yakni penyediaan tempat cuci tangan serta penggunaan masker oleh pedagang dan pembeli.

Para pengunjung yang kedapatan tidak memakai masker tidak diperkenankan memasuki areal pasar.

Namun demikian, masih ditemui beberapa hal yang masih perlu diperbaiki seperti masih terlihatnya kerumunan di beberapa titik.

“Juga masih ditemukan pedagang atau pengunjung pasar yang tidak memakai masker dengan sempurna, masih terlihat mulut atau hidungnya, atau menurunkan maskernya Ketika sedang dalam areal pasar," Katanya.

Kata Anom, hal ini perlu diberikan sosialisasi terus- menerus . Pemanfaatan alat pengeras suara yang telah tersedia misalnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemanduan, peringatan, edukasi dan sosialisasi dalam rangka penanganan Covid – 19.

Dia juga menyoroti ketersediaan alat pengukur suhu tubuh karena dalam pemantauan tersebut hanya pasar Pemecutan Kaja yang sudah menerapkan pengukuran suhu tubuh dengan thermogun.

Untuk itu kedepannya akan segera dilakukan pengaturan jarak kios/tempat berjualan bila tempat masih memungkinkan ditambah pembuatan tanda batas jarak antar pembeli dan jarak antara pembeli dengan pedagang. Pedagang juga diwajibkan untuk mengantongi hand sanitizer di masing-masing lapak dan utamanya digunakan saat transaksi.

"Juga disiapkan petugas mengawasi pelaksanaan protokoler kesehatan dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat (pedagang dan pembeli) terutama terkait dengan kewajiban mencuci tangan sebelum dan setelah berbelanja, menggunakan masker secara benar, mengurangi kerumunan pembeli pada satu pedagang,” sambungnya.

Kedepan, pemantauan terhadap Pasar Desa lainnya akan terus dilanjutkan dengan memperioritaskan  Pasar Desa yang ada di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Buleleng, Klungkung dan Gianyar. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi