Pandemi Covid-19, Bisnis Startup Harus Adaptif Agar Bisa Bertahan

Senin, 22 Juni 2020 : 17.00


ilustrasi
Denpasar - Pada dasarnya setiap bisnis termasuk perusahaan startup harus dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan seperti terjadi saat sekarang pandemi virus corona atau Covid-19.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Dr I Made Surya Negara Sudirman menyatakan, apabila tidak dapat beradaptasi tentu perusahaan tersebut akan gulung tikar.

"Bisnis merupakan aktivitas yang menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta untuk mendapatkan keuntungan," kata Surya dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).

Dikatakan, salah satu penyesuaian yang paling diperlukan pada masa pandemik ini adalah terkait cara pendistribusian produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Perilaku konsumen yang berubah, sambung Surya, disebabkan ketakutan tertular virus corona ataupun karena mematuhi protokol kesehatan harus disiasati oleh startup agar tetap dapat menjangkau para konsumen tersebut.

Untuk itu, merubah secara fundamental konsep bisnis yang baru dirintis juga terpaksa harus dilakukan bila produk usaha tersebut tidak lagi menjadi prioritas bagi konsumen.

Ditegaskan, prioritas konsumen pada masa krisis umumnya cenderung pada produk-produk kebutuhan primer maupun sekunder, tidak pada kebutuhan tersier. 

Oleh karena itu, tentu tidak semua sektor industri mengalami kemerosotan yang fatal akibat pandemi Covid-19 ini. 

Bisnis tertentu yang berada pada sektor primer dan sekunder tentunya masih dapat bertahan bahkan dikembangkan, terutama sektor primer, sebab sektor ini menyediakan kebutuhan yang selalu berusaha dipenuhi masyarakat (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi