Bertambah 106 Orang, Pasien Positif COVID-19 di Bali Tembus 1.369

Minggu, 28 Juni 2020 : 10.41
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra/ist
Denpasar
– Kasus positif COVID-19 di Provinsi Bali terus meningkat data terakhir menyebutkan tercatat sebanyak 1369 orang terpapar menyusul tambahan 106 orang yang dinyatakan positif mengidap virus corona.

Penambahan jumlah kumulatif pasien positif 1369 orang bertambah 106 orang WNI, terdiri dari 1 PMI/PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri), 3 PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri), 102 orang Transmisi Lokal).

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, menyebutkan, jumlah pasien sembuh 751 orang bertambah 21 orang WNI, terdiri 21 orang Transmisi lokal).

"Sementara itu pasien yang meninggal tidak bertambah, tetap sejumlah 11 orang," ungkapnya dalam keterangan resmi Sabtu 27 Juni 2020.

Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 607 orang yang berada di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering).

Kata Indra, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi transmisi lokal, jumlah akumulatif mencapai 1018 orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 270/GugasCovid19/VI/2020 tanggal 18 Juni 2020 tentang Evaluasi Screening PPLN dengan ini disampaikan beberapa penyesuaian pengaturan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sebagai berikut :

Seluruh PPLN akan tetap dilakukan Swab Tes dengan PCR oleh Gugus Tugas Provinsi Bali, kecuali yang sudah memiliki Surat Keterangan Sehat (Klirens) dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional yang menyatakan sudah mengikuti test PCR dengan hasil Negatif.

Penanganan PPLN diatur melalui mekanisme sebagai berikut, Gugus Tugas Provinsi Bali bertugas mengkoordinasikan keterlibatan pihak agen tenaga kerja dalam pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Anak Buah Kapal (ABK), antara lain untuk menyediakan akomodasi/penginapan selama waktu tunggu hasil Swab Tes PCR.

PPLN yang tidak ada agen, setelah dilakukan Swab di provinsi agar dijemput langsung Kabupaten/Kota dan dikarantina sampai dengan keluarnya hasil Swab Tes PCR.

Sementara, PPLN yang sudah memiliki Surat Keterangan Sehat (Klirens) dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional yang menyatakan sudah mengikuti test PCR dengan hasil Negatif, setibanya di Bali agar dijemput langsung Kabupaten/Kota untuk selanjutnya dapat diserahkan ke Satgas Gotong Royong Desa Adat masing-masing untuk melakukan karantina mandiri.

Sedaangkan hasil Swab Tes PCR positif tetap akan ditangani langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali

Ditambahkan, PPLN yang tidak memiliki KTP wilayah Bali namun dengan alasan khusus tinggal di Bali maka Gugus Tugas Provinsi Bali mengizinkan untuk melakukan karantina mandiri dengan syarat memiliki hasil Swab Tes PCR negatif dan melengkapi Surat Pernyataan serta Surat Jaminan (diunduh dari http://cekdiri.baliprov.go.id ). (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi