Asrama Sudirman Diamuk Si Jago Merah, Ini Penjelasan Kodam Udayana

Sabtu, 27 Juni 2020 : 00.00
Asrama Sudirman Kodam IX/Udayana terbakar/ist
Denpasar
- Sejumlah rumah di perumahan dinas TNI AD di Jalan RSAD, RT. VII Asrama Sudirman Kodam IX/Udayana, Denpasar dilahap api yang diduga sementara akibat korsleting arus pendek listrik dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Hal itu disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto saat mendampingi Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya bersama Danrem 163/WSA, Danpomdam IX/Udy, Dandim 1611/Badung, Dandenmadam IX/Udy, Dandeninteldam IX/Udy di lokasi terjadinya peristiwa kebakaran yang menyebabkan 5 Rumah Dinas (Rumdis) Jumat (26/6/2020) siang.

Lima lima rumah dinas yang menjadi korban kebakaran diduga sementara munculnya asap dan api berawal dari Rumdis No. 38 yang ditempati I Nengah Sedana.

Api kemudian menjalar ke arah Timur pada Rumdis nomor (40, 42, 44 dan 46).

"Untuk korban jiwa tidak ada, sedangkan kerugian harta benda masih dilakukan pengecekan secara intensif yang pasti terdapat satu unit kendaraan roda 4 dan satu buah sepada motor menjadi korban, karena saat kejadian kendaraan tersebut sedang terparkir di depan rumah lokasi kejadian," beber Jonny.

Kobaran api dapat dipadamkan sekitar pukul 14.06 Wita dengan menerjunkan 4 unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) dari BPBD Kota Denpasar, 3 unit Damkar dari BPBD Kabupaten Badung dan 1 unit Water Canon dari Dalmas Polda Bali.

"Lokasi kejadian telah dipasang Garis Polisi/Polisline oleh Pomdam IX/Udayana untuk selanjutnya akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelas Kapendam.

Keterangan isteri I Nengah Sedana (yang menempati Rumdis No. 38), sebelum kejadian, dirinya hendak mandi, namun bersamaan itu listrik padam.

Saksi keluar rumah untuk mengecek skring listrik yang berada di depan rumah dan saat di depan rumah terdengar teriakan dari warga tetangga asrama bahwa ada kepulan asap di atas rumah sehingga dia mengecek asal asap dan api tersebut.

“Saat masuk ke dalam ruangan tengah, api dan asap terlihat dari atap plafon yang terbakar berjatuhan ke lantai karena atap plafon terbuat dari anyaman bambu”, akunya.

Dengan peristiwa tersebut, Kapendam IX/Udayana menghimbau semua untuk selalu berhati-hati dan selalu waspada terhadap kondisi tempat tinggal masing-masing.

"Sehingga kejadian seperti ini dapat jadikan pelajaran pahit. Terlebih pada kondisi rumah yang berdekatan dan bangunan lama," tandasnya.

Apalagi, masalah instalasi listrik dan penggunaan kompor, karena kebakaran sering terjadi yang diakibatkan aliran arus pendek listrik dan kekurang hati-hatian saat penggunaan kompor gas. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi