5 Juni ASN Ngantor, Gubernur Bali Terapkan Disiplin Ketat Protokol Kesehatan

Rabu, 03 Juni 2020 : 19.16
Menurut Koster, surat edaran yang akan mulai diberlakukan pada 5 Juni 2020 bertujuan memastikan berjalannya pelaksanaan tugas dan fungsi kinerja instansi secara efektif/ist
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan tetap akan memberlakukan disiplin ketat sesuai prosedur protokol kesehatan penanganan pandemi corona saat para Apatatur Sipil Negara (ASN) kembali masuk kantor pada 5 Juni ini.

Dia juga menyampaikan, kebijakan soal sistem kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan kehidupan Era Baru di instansi pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali nomor 730/9899/MP/BKD.

"Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Kesehatan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri,” ujar Gubernur Koster (3/6/2020).

Menurut Koster, surat edaran yang akan mulai diberlakukan pada 5 Juni 2020 bertujuan memastikan berjalannya pelaksanaan tugas dan fungsi kinerja instansi secara efektif.

Meski begiti tetap mengutamakan prosedur kesehatan seperti jaga jarak, penggunaan masker, mencuci tangan, penyediaan hand sanitizer dan lainnya.

Prosedur kesehatan harus dilaksanakan dengan baik. Termasuk mengingatkan masyarakat, seperti wajib memakai masker jika ingin mendapat pelayanan publik. "Tolong ini digarisbawahi, harus jadi perhatian bagi kita semua,” katanya wanti-wanti.

Koster menekankan semua pimpinan OPD mulai dari dinas, biro dan badan agar betul-betul memastikan penerapan protokol kesehatan ini dengan disiplin.

Dibentuk pula tim pengawas agar dilaksanakan dengan baik dan ketat. Meskipun demikian, pihaknya memastikan kinerja pemerintahan sesuai pemberlakuan SE ini terutama sektor layanan publik akan tetap maksimal.

Dirinya juga kembali menegaskan bahwa pemberlakuan SE ini pada 5 Juni mendatang hanya bagi instansi pemerintah dan pelayanan publik. "Jadi belum berlaku untuk sektor lain seperti pendidikan, industri, perdagangan dan lainnya," tandasnya.

Dijelaskannya untuk sektor pariwisata, Pemprov Bali masih mempertimbangkan secara cermat dan perlu waktu untuk kembali dibuka. “Sampai saat ini, penerbangan internasional belum dibuka, kita masih berhitung karena resikonya cukup besar,” tandas Koster.

Untuk pemberlakuan new normal menurut Gubernur belum akan menuju hal tersebut dan lebih mengarah pada tatanan kehidupan Bali Era Baru yang secara substansial mengandung implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi