Turun dari Tanjung Priok, 10 Bus Awak Kapal Spelendor Tiba di Bali

Sabtu, 09 Mei 2020 : 10.15
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali, I Made Rentin/ist.
Denpasar - Setelah menjalani pemeriksaan saat turun di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta 181 orang Anak Buah Kapal, Kapal Spelendor asal Bali diangkut 10 bus tiba di Bali, Sabtu (9/5/2020) pagi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali langsung melakukan penanganan ABK Kapal Splendor asal Bali yang mendarat di Tanjung Priok. "Setibanya mereka di Bali akan ditangani sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan, ujar Sekretaris Gugus Tugas I Made Rentin.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini mengungkapkan, ABK Kapal Spelendor asal Bali tiba di Bali melalui jalur darat. Sebanyak 10 bus telah disiapkan untuk mengangkut mereka.

Rentin menegaskan semua ABK sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di kapal dan di Jakarta sesuai protokol kesehatan Covid-19, termasuk di- rapid tes.

ABK Spelendor setibanya di Gilimanuk akan langsung ditangani Gugus Tugas Provinsi Bali. Awak kapal / PMI asal Jembrana akan langsung ditangani Gugus Tugas Kabupaten Jembrana untuk ditempatkan di karantina yang telah disiapkan.

Bus rombongan PMI asal Kabupaten / Kota lainnya dikawal Satlantas Polres Jembrana bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bali menuju tempat karantina di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Denpasar.

"Tiba di LPMP mereka akan diberikan sosialisasi oleh Gugus Tugas Provinsi Bali tentang lanjutan karantina agar genap 14 hari sesuai protokol kesehatan," ujar Rentin.

Selanjutnya mereka akan dijemput Gugus Tugas Kabupaten / Kota di LPMP, langsung mengantar menuju ke tempat karantina di Kabupaten / Kota masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Spelendor batal menurunkan PMI asal Bali di Pelabuhan Benoa dan bergeser ke Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

"Kewenangan memutuskan dimana kapal-kapal tersebut merapat dan menurunkan penumpang / PMI tersebut ada di Pemerintah Pusat. Kami di Provinsi Bali bukan menolak seperti yang diberitakan tapi itu sepenuhnya keputusan Pemerintah Pusat," ungkap Rentin.

Pemerintah Provinsi Bali tetap berkomitmen serius menangani masyarakat Bali, khususnya PMI yang kembali ke Bali. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi