Tak Punya Tujuan Jelas ke Denpasar, 114 Orang Dipulangkan

Senin, 18 Mei 2020 : 07.48
Dari pelaksanaan PKM, tidak tampak kerumunan di pos pemeriksaan perbatasan sebagaimana hari sebelumnya/ist.
Denpasar - Sebanyak 114 orang yang hendak pergi ke Kota Denpasar terpaksa dipulangkan saat pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang memasuki hari ketiga Minggu (17/5/2020).

Dari pelaksanaan PKM, tidak tampak kerumunan di pos pemeriksaan perbatasan sebagaimana hari sebelumnya. Namun demikian, kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker sesuai protokol kesehatan masih menjadi catatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai menjelaskan, pemeriksaan terus dilaksanakan di pos perbatasan Kota Denpasar. Kini, tidak tampak lagi, kerumunan panjang sebagaimana hari pertama pelaksanaan PKM.

“Berdasarkan laporan Tim di lapangan, pelaksanaan pemeriksaan di pos perbatasan saat ini sudah mulai tertib, tidak lagi ada kerumunan, namun masih ada masyarakat yang hendak memasuki wilayah Kota Denpasar tanpa menggunakan masker,” katanya.

Berdasarkan pemantauan lapangan, pelaksanaan hari kedua penerapan PKM yang tertuang dalam Perwali Nomor 32 Tahun 2020 ini cenderung lebih tertib.

Masyarakat semakin sadar untuk mentati imbauan pemerintah. Bahkan, sebagian besar jalanan di Kota Denpasar tampak lengang. Diharapkan, penerapan PKM ini dapat memberikan dampak yang baik dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Terpenting lagi bagi masyarakat yang akan melintasi pos perbatasan agar selalu melengkapi persyaratan, terutama adalah melengkapi diri dengan masker, serta memperhatikan protokol kesehatan.

"Jangan lupa identitas serta surat keterangan akan kejelasan tujuan di Kota Denpasar juga wajib dilengkapi," imbaunya.

Diketahui, pada pelaksanaan hari ketiga PKM Denpasar di pos perbatasan sedikitnya terdapat 35 orang tidak menggunakan masker, jumlah ini justru meningkat dibanding sehari sebelumnya.

Selain itu, 114 orang juga diketahui tanpa tujuan jelas, namun jumlahnya menurun jika dibanding sehari sebelumnya. "Saat ini kami juga lebih gencar melakukan sosialisasi sehingga masyarakat lebih faham mengapa harus dilakukan PKM dalam mencegah Covid 19," tutupnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi