Sukses Tangani Masalah Psikis Masyarakat, SEJIWA Perlu Dilanjutkan

Sabtu, 30 Mei 2020 : 20.33
Kepala Staf Kepresidenan RI Dr Moeldoko/KSP
Jakarta - Layanan konseling psikologi sehat Jiwa (SEJIWA) yang diluncurkan sebulan lalu, telah banyak membantu masyarakat dalam menghadapi masalah psikologis saat pandemi covid-19.

Sejak diluncurkan pada 29 April lalu, tim relawan Sejiwa terdiri dari para psikolog ini sudah dapat melayani sejumlah 1.366 aduan dari pelosok negeri. Kepala Staf Kepresidenan RI Dr Moeldoko dalam acara Halalbihalal secara virtual dengan 300 lebih relawan Sejiwa pada Sabtu, (30/5).

“Para relawan sudah mengorbankan waktu membantu masyarakat Indonesia. Ini merupakan panggilan kemanusian sangat mulia dan bernilai tinggi,” kata Kepala Staf Kepresidenan RI Dr Moeldoko di acara Halalbihalal secara virtual dengan 300 lebih relawan Sejiwa, Sabtu (30/5/2020).

Hadir secara virtual Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, pejabat dari Kemenkes, Kemenkominfo, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Telkom, HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) serta lembaga lainnya.

SEJIWA yang diinisiasi dan diluncurkan pada 29 April lalu oleh Kantor Staf Presiden (KSP), telah menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat selama ini, khususnya bagi perempuan dan anak sebagai kelompok yang rentan mengalami masalah psikososial.

Karena dianggap sukses, Moeldoko berharap, layanan diberikan SEJIWA ini terus hadir dan berlanjut untuk membantu masyarakat sekalipun pandemi ini berakhir. Selain itu, Covid-19 tidak saja berkaitan dengan kesehatan saja.

Dampak terjadi adalah banyak sektor. “Ada kecenderungan masyarakat mulai bosan tinggal di rumah, anak-anak ingin bermain dan sekolah. Maka dalam kondisi ini, hadirnya SEJIWA memiliki manfaat yang luar biasa,” tegas Moeldoko.

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan apresiasi kepada KSP dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) atas insisiatif soal layanan Sejiwa.

Menurut Bintang, layanan ini sangat penting karena memastikan perempuan dan anak tetap terlindungi haknya, tidak terlantar, anak mendapatkan pengasuhan yang baik meski orangtua terpapar covid-19.

Menteri PPPA juga berharap layanan Sejiwa bisa diteruskan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri karena masalah perempuan dan anak itu multisektoral. Kami ucapkan terima kasih kepada KSP yang berkomitmen dan konsisten atas kepedulian terhadap perempuan dan anak,” ujarnya. (ahs)
Bagikan Artikel

Rekomendasi