Puri Peguyangan Menyapa, Edukasi Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pandemi Corona

Minggu, 03 Mei 2020 : 16.37
Dalam aksi sosial ini, sebanyak 470 bingkisan dibagikan kepada komunitas masyarakat lainnya seperti para warga lanjut usia, lansia di Banjar Kertha Jati, Peguyangan dan masyarakat kurang mampu lainnya di lingkungan Puri Peguyangan/kabarnusa
Denpasar - Penglingsir Puri Peguyangan Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Wididada terus mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemi virus corona Covid-19 di Bali.

"Kami ingin ikut ambil bagian, kami menyapa komunitas-komunitas di ruang publik yang bekerja untuk menjaga Kota Denpasar ini," ujar Turah Widiada, sapaannya, di sela pembagian bingkisan sembako di Puri Peguyangan, Denpasar, Minggu (3/5/2020).

Dalam pembagian bingkisan, kelompok masyarakat yang disentuh seperti para juru sapu, pecalang, para pelatih dan atlet silat Kertha Wisesa hingga mahasiswa yang diberikan bingkisan 5 kilogram beras.

"Mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi kami punya niat dari hati yang iklas untuk sekedaar memberikan dukungan mereka yang bekerja, sekaligus meringankan beban pemerinah untuk membantu masyarakat dalam situasi seperti pandemi Covid-19 sekarang," tutur Ketua Fraksi NasDem PSI DPRD Kota Denpasar ini.

Dalam aksi sosial ini, sebanyak 470 bingkisan dibagikan kepada komunitas masyarakat lainnya seperti para warga lanjut usia, lansia di Banjar Kertha Jati, Peguyangan dan masyarakat kurang mampu lainnya di lingkungan Puri Peguyangan,

Perhatian Turah Widiada juga tertuju kepada para mahasiswa yang berhimpun di HMI, PMKRI maupun komunitas muslim seperti Banser NU Kota Denpasar.

"Mereka ini, simpul-simpul masyarakat yang kami ajak, sebagai relawan untuk mengedukasi masyarakat mensosialisasikan himbauan pemerintah, dalam menjalankan protokol kesehatan saat pandemi corona seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan lainnya," imbuhnya.

Tak lupa , saat momentum bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, mendatang Turah Widiada, mengharapkan warga muslim untuk tetap tinggal di Bali, sementara waktu tidak mudik dan mentaati aturan pemerintah.

Terkait bantuan sembako yang diberikan, Turah Widiada menyadari dengan segala kemampuan yang terbatas ini, tetap tidak mengurangi semangat kepedulian membantu sesama, Ibarartnya, seperti air mengalir saja, dirinya tidak ingin menargetkan harus dengan jumlah ribuan atau nominal budget tertentu.

"Saya juga tidak ingin bahasa-bahasa seperti penyerahan gaji untuk membantu masyarakat, yang penting kami melakukan sesuatu, silakan masyarakat yang menilai," imbuh Wakil Ketua DPW Partai NasDem Bali ini.

Pada bagian lain, Turah Widiada juga menyatakan keprihatinan masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dalam mentaati himbauan pemerintah dalam pencegahan corona.

Diakuinya, hal itu karena menyangkut persoalan kultur masyarakat, yang belum siap dan sempurna dalam menghadapi pandemi corona yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Keberadaan Posko Gotong Royong di Desa Adat maupun Desa Dinas harus benar-benar terdepan dalam pencegahan Covid-19. Karenanya, desa adat harus mampu mengaktualisasikan database kependudukan di lingkungan masing-masing banjar dan desa adat,

"Berapa penduduk asli, berapa penduduk pendaatang yang sudah tinggal dan menjadi warga Bali dan berapa yang bekerja di luar Bali di Jawa PMI dan seterusnya, termasuk mereka yang akab pulang ke Bali, harus diantipsasi dengan database yang akurat," katanya wanti-wanti

Harus ada data-data kependudukan yang akurat, karena ini penting menyangkut mereka yang kehilangaan pekerjaan, mereka mau bekerja di Bali, tetapi tidak punya pekerjaan dan realitasnya ada mereka tinggal ada di Bali.

"Bagaimanapun juga, mereka ini saudara-saudara kita, kita dalam posisi itu, harus ada kebijakan, demikian juga, kordinasi antar daerah lainnya, terhadap warga yang tidak ada pekerjaan atau kehilangan pekerjaan, baik yang ada di Jawa maupun Indoensia Timur, harus dipikirkan," sambungnya.

Sekali lagi, Turah Widiada, wanti-wanti agar aktualisasi data kependudukan menjadi sangat penting untuk memetakan dan dasar pengambilan kebijakan khususnya saat pandemi Covid-19.

Khusus kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik yang bekerja di kapal pesiar, ABK dan tenaga profesi lainnya di luar negeri, agar mereka saat kembali pulang ke Bali bisa menjadi contoh bagi masyarakat laiannya.

"Teman-teman PMI harus disiplin, tunjukkan keteladanan, ketika harus menjalani karantina maupun saat kembali ke rumah, semua harus menjaga sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerntah demi keselamatan bersama," demikian Turah Widiada. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi