Gugus Tugas Covid-19 Bali: Jumlah Pasien Positif Corona 277 Orang

Selasa, 05 Mei 2020 : 21.48
Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra/ist
Denpasar - Hingga Selasa (5/5/2020) jumlah kumulatif pasien positif di Bali tercatat sebanyak 277 orang atau bertambah enam orang semuanya warga negara Indonesia.

"Tambahan kasus positif itu terdiri atas dua orang pekerja migran Indonesia dan sisanya transmisi lokal," ucap Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam siaran pers.

Sedangkan jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 160 orang atau bertambah satu orang WNI bukan pekerja migran Indonesia, dan jumlah pasien meninggal tetap empat orang.

Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 113 orang yang berada di 10 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, BPK Pering dan Wisma Bima. Indra mengatakan, jumlah kasus positif di Bali Sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 101 Orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

“Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” imbuhnya.

Sampai saat ini, yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19.

Hal ini bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Indra mengimbau masyarakat untuk menaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Mengingat transmisi lokal memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, diminta kepada seluruh masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19.

Disiplin itu, selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya meminta semua elemen masyarakat membantu dan bekerja sama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang positif Covid-19.

"Sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” imbuh Indra. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi