Dampak Pandemi Corona, Kerugian Pariwisata Bali Capai Rp 9,7 Triliun Per Bulan

Rabu, 13 Mei 2020 : 18.41
Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat bincang di sebuah stasiun televisi di Denpasar, Rabu (14/5/2020)/ist
Denpasar - Pariwisata sebagai jantung perekonomian Bali yang terpuruk saat pandemi virus corona mengalami kerugian perbulan diperkirakan mencapai Rp 9,7 Triliun lebih.

Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengungkapkan hal itu saat bincang di sebuah stasiun televisi di Denpasar, Rabu (14/5/2020).

Diakui Wagub Cok Ace, semenjak Bali turut terkena pandemi Covid-19 maka sektor pariwisata mengalami penurunan, terlebih mayoritas mata pencaharian masyarakat Bali berkaitan dengan pariwisata.

"Jika dilihat dari masa tinggal para wisatawan di Bali perbulannya, maka kerugian pariwisata Bali perbulan dimasa pandemi ini sekotar Rp 9,7 Triliun perbulan," ungkapnya.

Tak heran banyak para pelaku pariwisata yang melakoni atau beralih ke perkerjaan lain di masa pandemi ini, seperti usaha kuliner, perkebunan maupun usaha tani.

Dengan adanya fenomena ini, Wagub Cok Ace masih memandang optimis dan memberi apresiasi kepada para pelaku pariwisata yang terus menggali ide-ide ekonomi kreatif guna menyambung kehidupan perekonomian keluarganya.

Meski demikian, pihaknya berharap para pelaku pariwisata tidak melakukan PHK terhadap karyawannya, kalaupun dirumahkan maka diharapkan para pegawai ini diberikan jaminan.

Ditegaskan, pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam membantu para karyawan pariwisaya yang dirumahkan seperti terhadap para karyawan yang dirumahkan dan telah menyalurkan beberapa bantuan

Bantuan baik dari Pemprov, BUMN maupun Kementrian Pariwisata sehingga bantuan tersebut dapat diterima dengan adil dan merata.

Pada bagian lain Cok Ace, sapaan Wagub Bali, kondisi Bali terhadap pandemi ini memasuki masa landai dimana tingkat kesembuhan mencapai 67%. Ia berharap dengan adanya laju yang baik ini dapat segera membebaskan Bali dari Pandemi Covid-19 ini.

Menurut Cok Ace, apabila Akhir Mei Bali sudah bisa menekan angkat positif Covid-19 menjadi zero, maka 6 bulan kedepan Pemerintah akan melakukan usaha maksimal untuk recovery pariwisata.

Dengan begitu pariwisata Bali dapat hidup lagi seperti sedia kala dan bahkan jauh lebih meningkat.

Untuk itu saat ini selain melakukan usaha-usaha penangananan pandemi, Pemprov Bali juga berusaha untuk membuat skema Pariwisata Bali pasca Covid-19, sehingga nantinya dapat dijalankan dengan baik dan sesuai dengan keadaan dilapanngan.

Pihaknya tidak hentinya meminta kerjasama dari masyarakat agar terus mengedepankan sikap disiplin dalam memutus rantai penyebaran virus tersebut.

"Apabila ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat maka niscaya pandemi ini dapat segera berlalu," demikian mantan Bupati Gianyar ini. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi