Cegah Covid-19, Petugas Lakukan Penebalan Penjagaan Pintu Masuk Bali

Minggu, 17 Mei 2020 : 21.31
Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dewa Made Indra/ist
Denpasar - Mengingat masih tingginya angka kasus positif di Bali yang sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sehingga Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan pihak terkait terus mempertebal penjagaan pintu masuk Pulau Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyebutkan, jumlah kumulatif pasien positif 348 orang (bertambah 2 orang WNI, terdiri dari 1 orang PMI dan 1 orang Transmisi Lokal)

"Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 250 orang (bertambah 7 orang WNI, terdiri dari 4 orang PMI dan 3 orang Non PMI), jumlah pasien yang meninggal sejumlah 4 orang," sebut Indra dalam keterangan resminya, Minggu (17/5/2020).

Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 94 orang yang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina (Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering). Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 136 Orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat Bali untuk mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Berkaitan kebijakan ini, melalui Gugus tugas dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, POLRI dan pemerintah pusat di daerah bersama sama menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu pintu masuk Pulau Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa dan Pelabihan Padang Bai.

"Kalau masyarakat akan melintasi jalur jalur ini maka pada pintu masuk akan dijaga petugas," tegasnya. Untuk itu masyarakat dimohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebh baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya.

Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama. Untuk itu sebaiknya tidak mudik tetap di tempat.

Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali.

"Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada anda, keluarga dan masyarakat Bali, karena Mita tidak tahu jika kita terinfeksi atau tidak sampai dilakukan tes. Untuk itu masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu kecuali ada hal yang sangat penting atau mendesak," imbuhnya.

Transmisi lokal COVID-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin semua dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19.

"Selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

"Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan," jelasnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracking contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19.

"Sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain," imbuh Indra. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi