Cegah Corona Masuk Desa, Perdata Indramayu Bagikan Masker Gratis

Rabu, 06 Mei 2020 : 17.13
Persatuan Pemuda Desa Tanjungkerta (Perdata) Indramayu melakukan gerakan sosial secara sukarela dengan cara membagikan masker dan mensosialisasikan manfaat penggunaan masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19/ist
Indramayu - Persatuan Pemuda Desa Tanjungkerta (Perdata) Indramayu melakukan gerakan sosial secara sukarela dengan cara membagikan masker secara gratis dan mensosialisasikan manfaat penggunaan masker kepada para pengguna jalan.

Gerakan Perdata ini untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19. Kabupaten Indramayu bersama Kabupaten/Kota lainnya se-Jawa Barat resmi memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekal Besar (PSBB).

Hal ini juga sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan dan juga Peraturan Bupati Indramayu nomor 29 tahun 2020. PSBB ini berlaku mulai 6 Mei hingga 19 Mei 2020.

Ada beberapa hal yang dibatasi seperti misalnya pembatasan pergerakan orang dan barang, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat dan fasilitas umum.

Juga, pembatasan aktivitas bekerja, dan juga pembatasan pembelajaran di seolah atau instansi pendidikan.

Melihat kurangnya sosialisasi Pemerintah Indramayu dalam hal penerapan PSBB terutama di desa-desa, Persatuan Pemuda Desa Tanjungkerta (Perdata) Indramayu melakukan gerakan sosial secara sukarela dengan cara membagikan masker secara gratis dan mensosialisasikan manfaat penggunaan masker kepada para pengguna jalan.

Aksi sosial ini dilakukan di dua titik strstegis yaitu di pertigaan Desa Temiyangsari yang berbatasan langsung dengan Desa Tanjungkerta arah Tol Cipali via Sanca Gantar dan juga pertigaan Bangong.

Lokasi ini dianggap strategis karena pergerkan orang juga sangat banyak di jalur ini.

Koordinator Aksi Asepudin mengungkapkanm kegitan ini sebagai upaya pemuda desa yang ingin berpartispiasi aktif dan menjadi bagian sejarah dalam upaya pencegahan Covid-19 atau virus Corona yang sekarang ini sudah menyebar di Indramayu.

"Perdata hadir dalam upaya pencegahan Covid-19 ini untuk mengisi kekosongan gereakan pemuda yang kini semakin pragmatis," tutur Asepudin.

Harapanya, pemuda di desa dan umumnya di Indramayu bisa terinspirasi gerakan kecil yang Perdata seperti saat ini. Hingga kini, di Indramayu sudah ada 6 pasien terkonfirmasi Covid-19.

Dua orang meninggal dunia, satu orang sembuh, dan 3 orang lainnya masih dalam perawatan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah membuka 13 chek point di wilayah perbatasan untuk menutup ruang gerak para pndatang. (jay)

Rekomendasi