14 Hari Diisolasi Cegah Corona, Status Karantina Wilayah Desa Abuan Dicabut

Sabtu, 16 Mei 2020 : 09.12
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat menghadiri acara Perubahan Status Karantina Wilayah Desa Abuan, di Balai Br. Serokadan, Abuan, Bangli/ist
Bangli - Pemerintah mencabut status karantina wilayah di beberapa banjar di Desa Abuan Kecamatan Susut setelah 14 hari diisolasi untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona Covid-19.

Ribuan warga Banjar Serokadan, dan beberapa banjar lainnya di Desa Abuan menjalani masa isolasi wilayah, guna mencegah dan memutus penyebaran pandemi Covid19.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 bersama Bupati Bangli Made Gianyar menegaskan itu, saat menghadiri acara Perubahan Status Karantina Wilayah Desa Abuan, di Balai Br. Serokadan, Abuan, Bangli, Jumat (15/5/2020).

“Mulai hari ini karantina wilayah Desa Abuan dinyatakan dihentikan, maka masyarakat bisa kembali ke aktivitas awal, ke situasi new normal, yakni situasi di mana masyarakat boleh melaksanakan kegiatan namun tetap mengindahkan kewaspadaan. Bukan sebebas-bebasnya, tapi tetap mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid19,” tegas Inda.

Protokol pencegahan masih harus terus dilaksanakan, karena penanganan Covid-19 belum berakhir, dan kapan berakhirnya belum bisa dipastikan. “Masa isolasi memang sudah berakhir, tapi kembali saya tegaskan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 belum berakhir," tukasnya.

Hal ini masih terus berjalan, hingga Bali benar-benar dinyatakan bebas penyebaran Covid-19. Satu indikator terpenting dalam memastikannya yakni adanya transmisi lokal.

Jika masih ada transmisi lokal berarti Bali belum bebas dari virus ini, berarti masih ada masyarakat yang belum disiplin melaksanakan protokol pencegahan. Saat ini pun masih ada transmisi lokal, termasuk di Bangli sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Kata Indra, jika mendengar dan menyaksikan berbagai penjelasan informasi dan edukasi di berbagai media, penyebaran sebenarnya bisa dicegah, asal tetap disiplin melaksanakan imbauan protokol pencegahan.

Dan itu harus dilaksanakan oleh setiap orang, bukan hanya satu-dua orang saja.

"Akan mubazir kalau hanya satu-dua orang yang mengenakan masker, sedangkan masih ada yang tidak mengenakan, maka kemungkinan penyebaran masih bisa terjadi,” kata Indra dalam acara yang dihadiri Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Himawan Teddy Laksono (THL).

Informasi umum yang sudah sering didengungkan terkait pencegahan penyebaran Covid-19, yakni rajin cuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Satu metode mudah yang gampang dilaksanakan, dan cuma memerlukan kedisiplinan. Hanya dengan rajin cuci tangan memakai sabun pun sebenarnya virus ini sudah bisa mati. Mengenakan masker, menjaga jarak, itu semua cara yang mudah.

Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, itu pun tidak mengeluarkan biaya besar. Kita hanya perlu kesadaran untuk disiplin terus melaksanakan hal tersebut.

Jika terjangkit pun sebenarnya tidak terlalu berbahaya, namun karena tingkat penyebarannya yang tergolong sangat cepat, inilah yang perlu diwaspadai. Sedikit kita lengah dan lalai, maka semua bisa terpapar.

Masa isolasi selama 14 hari pun diharapkan membawa hikmah positif tersendiri bagi warga Desa Abuan, dan pelajaran bagi seluruh masyarakat Bali agar semakin mengerti, paham dan waspada terhadap bahaya penyebaran Covid-19.

Bupati Bangli Made Gianyar mengapresiasi langkah karantina wilayah yang diambil terhadap Desa Abuan guna memutus penyebaran Covid-19.

Setelah diberlakukan perubahan status seusai masa isolasi selama 14 hari, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol pencegahan. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi