Tren Penyebaran Corona Meningkat, Warga Bali Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 05 April 2020 : 13.30
Ketua -Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menyampaikan update perkembangan kasus Covid-19/ist
Denpasar - Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaanya karena penyebaran covid-19 menunjukan tren peningkatan di tingkat nasional.

Himbauan itu disampaikan Ketua -Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menyampaikan update perkembangan kasus Covid-19, di Denpasar, Sabtu 4 April 2020.

Indra meminta Satgas Gatong Royong Berbasis Desa Adat dan Satgas Penanggulangan Covid-19 di tingkat Desa (Desa Dinas) agar bersinergi diantaranya menyatukan posko dan bersama-sama melakukan pengawasan dan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang ke Bali.

Satgas menghimbau kepada warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan dari luar daerah untuk melaksanakan karantina mandiri/isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimai 14 hari.

Mereka harus menerapkan protokol isolasi diri sendiri, penuh dengan disiplin dan tanggung jawab untuk keselamatan keluarga dan masyarakat dilingkungan.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali, untuk tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaanya karena penyebaran covid-19 menunjukan tren peningkatan di tingkat nasional," kata Indra menegaskan.

Covid-19 bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh, tetapi harus dengan kewaspadaan yang tinggi.

Pada kesempatan itu, Indra memberikan tanggapan terkait WNA yang meninggal di Kubu Anyar, Badung bahwa WNA tersebut belum dilakukan uji swab sehingga beliau belum bisa mengatakan positif atau bukan.

Sekalipun keseharian WNA yang bersangkutan dikenal sangat akrab dilingkungan tempat tinggalnya, namun masyarakat diminta untuk tetap menjaga rasionalitas ditengah kekhawatiran.

Soal pembatasan warga yang masuk melalui pelabuhan Gilimanuk dan Bandara Ngurah Rai, Indra mengatakan bahwa strategi satgas adalah membangun benteng pertahanan yang kuat karena covid ini datang dari luar.

Contohnya, Bandara Ngurah Rai pada kedatangan domestik, yang sebelumnya tidak dilakukan pemeriksaan maka sekarang sudah dilakukan respon pemeriksaan suhu tubuh, rapid test kepada penumpang yang riwayatnya datang dari luar negeri.

Selain itu pihaknya bekerja sama dengan otoritas Bandara sudah memasang banner jalur khusus bagi penumpang yang datang dari zona merah, pekerja migran Indonesia dan WNA.

"Hingga saat ini kedatangan di Pelabuhan Benoa sudah tidak ada. Namun meskipun begitu, kedatangan warga yang masuk melalui pelabuhan Gilimanuk dan pelabuhan Padangbai akan dilakukan pemeriksaan secara berlapis," tegas dia. (rhm)

Rekomendasi