Sekda Bali: Stigma Pekerja Migran Pembawa Penyakit Harus Diluruskan

Rabu, 15 April 2020 : 20.29
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra/ist
Denpasar - Stigma terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai pembawa penyakit sehingga mereka diperlakukan diskriminatif di masyarakat harus diluruskan.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra menegaskan, stigma PMI sebagai pembawa penyakit sebagai hal yang keliru.

"Ini harus diluruskan sehingga tidak menimbulkan salah perspsi di masyarakat dan perlakuan diskriminatif terhadap mereka," tutur Indra saat menyampaikan perkembangan penanganan virus Covid-19 di Provinsi Bali di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali, Renon, Denpasar pada Rabu (15/4/2020).
.
Ditegaskannya, ada stigma bahwa para PMI ini adalah pembawa penyakit. Ini tidak baik dan tidak benar. Karena mereka ini tidak pernah tahu dirinya telah terinfeksi atau dimana terinfeksinya.

Indra juga yang menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali juga menyampaikan kabar gembira, 2 orang sudah dinyatakan sembuh setelah melalui 2 kali tes PCR dan SWAB.

Dua orang tersebut telah dinyatakan negatif Covid-19 setelah dua kali tes berturut-turut, dan keduanya sudah diperbolehkan pulang. "Hasil ini juga berarti secara komulatif ada 23 orang yang telah sembuh," tegasnya.

Dirinya juga menyebut, hampir semua PMI ini sudah melaksanakan prosedur yang ketat di tempat mereka bekerja, mendapatkan health certificate dan diwajibkan rapid test kembali di Bandara Ngurah Rai.

“Jadi saya mohon kepada seluruh masyarkat Bali, janganlah diartikan seolah-olah PMI ini adalah orang-orang menakutkan, penolakan bahkan merembet kepada kelaurganya hingga desanya," pinta Indra .

Mereka ini, semuanya sudah mengikuti prosedur dengan baik. Mereka berisiko memang benar, namun Gugus Tugas Provinsi Bali melaksanakan pemeriksaan ketat dan melakukan proses karantina dengan baik dan hasilnya beberapa sudah sembuh. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi