Sekda Bali: Covid-19 Masalah Besar Bisa Diatasi Secara Sederhana

Minggu, 12 April 2020 : 06.58
Sekretaris Daerah Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19/ist
Denpasar - Sekretaris Daerah Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewa Made Indra menegaskan virus corona telah menjadi persoalan besar dunia namun sejatinya bisa diatasi dengan cara sederhana.

Indra menyampaikan itu dalam himbuannya saat memberikan keterangan pers di Denpasar, Sabtu (11/4/2020). Setelah memaparkan data-data jumlah pasien terpapar corona hingga yang berhasil dinyatakan sembuh, Indra meminta agar mencermati berkaitan pemetaan sumber risiko.

"Secara akumulatif, jumlah kasus imported case sebanyak 71 (WNI dan WNA)," sebutnya.

Kecenderungan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi Gugus Tugas dalam menentukan strategi pencegahan. Strateginya adalah dengan memperkuat pertahanan di pintu-pintu masuk Bali.

Dua pintu masuk yang diperketat adalah Bandara Intenasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilimanuk. Sementara Pelabuhan Benoa untuk saat ini sudah tak lagi sebagai pintu masuk, Pelabuhan Padang Bai juga relatif aman.

Strategi dilakukan untuk memperkuat pertahanan di pintu masuk adalah memperketat filter di Bandara Ngurah Rai. Kita berlakukan pemeriksaan sangat ketat, khususnya terkait kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Selain itu, hal ini juga terkait kondisi rumah yang dimiliki tiap PMI. Ada yang punya jumlah kamar yang mencukupi, namun sebagian lagi mungkin tak memiliki kamar yang memadai.

Kabupaten/kota telah mensiasati hal itu dengan menyediakan tempat karantina lengkap dengan ketersediaan konsumsi. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan pengawasan sehingga tak ada sumber risiko yang masuk ke masyarakat dan potensi penyebaran bisa diredam.

Sedangkan bagi PMI dengan hasil rapid test positif, tim melakukan pemilahan dan membawa mereka ke tempat karantina untuk melakukan uji lab lanjutan berupa swab yang akan diperiksa dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Sampel diuji di Laboratorium RSUP Sanglah. Jika hasilnya positif, mereka akan dirawat ke RS PTN UNUD, RSUP Sanglah atau RS Bali Mandara. Mereka tak kami lepas, kami rawat di Provinsi untuk mencegah sumber penyebaran baru di masyarakat.

Sebagian besar bisa pulang karena hasil rapid tesnya negatif, beberapa diantaranya yang hasil tesnya positif telah mengikuti proses perawatan dan beberapa diantaranya telah sembuh.

Kepada seluruh masyarakat, terus Indra meingatkan agar disiplin menggunakan masker. Mereka yang sehat menggunakan masker berbahan kain, sedangkan yang sakit hatus menggunakan masker standar kesehatan yang lebih efektif.

"Disiplin mencuci tangan mengunakan sabun, terutama sebelum menyentuh bagian wajah seperti mata, hidung dan mulut. Disiplin tetap berada di rumah, jaga jarak aman ketika terpaksa harus beraktifitas di luar rumah," tuturnya.

Jika pintu masuk dapat kita jaga dengan baik, yang harus melakukan karantina berperilaku disiplin dan masyarakat disiplin melaksanakan himbauan pemerintah,saya yakin penyebaran COVID-19 dapat dihentikan.

Karena harus memahami, pandemi ini tak hanya menimbulkan dampak kesehatan, namun juga berdampak pada berbagai sektor, temasuk ekonomi. Oleh sebab itu, upaya pencegahan penyebaran menjadi begitu penting agar situasi dapat segera pulih.

Saya juga menyampaikan apresiasi kepada mereka yang tergerak dan terpanggil untuk berbagi dan menyumbangkan masker. Karena tidak semua masyarakat punya kemampuan untuk membeli masker.

Apresiasi dan penghargaan juga diberikan kepada masyarakat yang disiplin menggunakan masker, karena dengan begitu tidak punya potensi untuk menyebar penyakit ke orang lain. Dengan demikian, semua telah menjadi pahlawan kemanusiaan.

"Covid-19 ini adalah masalah besar yang sesungguhnya bisa kita atasi dengan cara sederhana," kata Indra menegaskan. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi