Ribuan Pekerja Migran di Bali Jalani Rapid Test, Mayoritas Negatif Corona

Sabtu, 11 April 2020 : 21.22
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra, saat memberikan keterangan pers/ist
Denpasar - Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali telah menjalani rapid test dan sebagian besar hasilnya dinyatakan negatif terpapar virus corona Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra, saat memberikan keterangan pers, Sabtu (11/4/2020).

Indra menyampaikan, untuk perkembangan kasus, tidak ada tambahan kasus meninggal sehingga jumlahnya tetap 2 orang (WNA), hari ini juga belum ada laporan dari Rumah Sakit untuk pasien yang sembuh, dengan demikian jumlahnya tetap 19 orang (15 WNI, 4 WNA).

Sementara untuk kasus positif, ada penambahan 4 orang sehingga jumlahnya menjadi 79 kasus (7 orang WNA, 72 WNI). Tambahan 4 kasus positif seluruhnya merupakan imported case, dibawa oleh orang yang punya riwayat perjalanan ke Luar Negeri.

Indra merinci, 72 kasus positif pada WNI, 51 diantaranya merupakan imported case yang dibawa dari Luar Negeri. Sedangkan sisanya sebanyak 13 orang merupakan kasus bawaan dari luar daerah, artinya mereka yang positif COVID-19 tertular di daerah lain seperti Jawa atau daerah lainnya.

"Sementara untuk kasus transmisi lokal sebanyak 8 orang," sambungnya. Ditegaskan Indra, Tim Gugus Tugas Provinsi Bali melakukan rapid test terhitung mulai 22 Maret 2020.

"Karena kita baru punya rapid test kit mulai tanggal itu. Terhitung sejak tanggal 22 Maret 2020 hingga 10 April 2020, jumlah PMI yang pulang dan telah menjalani rapid test tecatat sejumlah 7.621 orang," sebutnya.

Semua PMI menjalani screening dengan rapid test. Jika hasil rapid test negatif, mereka diarahkan untuk melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing dengan pengawasan dari pemerintah kabupaten/kota juga satgas gotong royong yang telah terbentuk hingga ke tingkat desa.

"Kami bersyukur karena pemerintah kabupaten/kota telah berinisitif untuk menyediakan tempat karantina bagi PMI yang diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri," imbuhnya.

Langkah ini akan sangat membantu karena jika isolasi mandiri dilakukan di rumah masing-masing, ada kemungkinan mereka tidak disiplin.

"Sebagian besar bisa pulang karena hasil rapid tesnya negatif, beberapa diantaranya yang hasil tesnya positif telah mengikuti proses perawatan dan beberapa diantaranya telah sembuh," demikian Indra. (rhm)

Rekomendasi