Pemprov Bali Fasilitasi Kepulangan dan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja Migran

Jumat, 17 April 2020 : 21.25
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan sampai hari ini penyebaran Covid 19 di Provinsi Bali, di Indonesia bahkan dunia masih berlanjut/ist .
Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap memfasilitasi kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PM) selama menjalani pemeriksaan terkait virus corona Covid-19 di Bali.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan sampai hari ini penyebaran Covid 19 di Provinsi Bali, di Indonesia bahkan dunia masih berlanjut .

Indra menyampaikan perkembangan Penanganan Virus Disease Corona (Covid-19) di Provinsi Bali di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Jumat (17/4/2020).

Salah satu sumber resiko kita yang berpotensi menimbulkan kasus positif adalah kedatangan sahabat sahabat kita yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Untuk itu maka strateginya adalah dengan memperkuat proses pemeriksaan di pintu masuk Bali.

"Untuk besok dan lusa, sesuai arahan dari gugus tugas nasional akan ada PMI yang pulang dari Pelabuhan Benoa. Pemprov Bali memfasilitasi kepulangan PMI tersebut dari pelabuhan Benoa," tegasnya.

Seluruh PM di kapal pesiar yang akan berlabuh di Pelabuhan Benoa akan dilakukan rapid test.

Sesuai kesepakatan Bupati/Walikota se Bali, PMI yang positif Corona akan menjadi tanggung jawab Provinsi dan yang hasil rapid testnya negative akan di karantina dibawah pengawasan kab/kota.

Pemprov Bali juga memfasilitasi pengecekan kesehatan bagi PMI yang tidak berasal dari Bali dan kepulangan mereka ke kampung halaman masing masing.

Jika hari yang bersamaan ada tiket pesawat maka PMI non Bali tersebut langsung dipulangkan, kalau belum mendapat tiket maka akan dipulangkan keesokan harinya.

"Jadi tidak ada PMI non Bali yang lama berada di Bali. Hal ini sudah menjadi kesepakatan dengan gugus tugas nasional," tandasnya.

Ditambahkan Indra, kasus positif di Provinsi Bali terus bertambah baik yang berasal dari PMI, dari transmisi lokal maupun dari daerah terjangkit. Masyarakat diharapakan terus waspada untuk melindungi diri sendiri, keluarga dan juga masyarakat.

Masyarakat diminta selalu menggunakan masker, tetap harus rajin cuci tangan menggunakan sabun di air megalir, disiplin menjaga jarak dan sebisa mungkin mengurangi aktivivitas di luar rumah.

Cara ini tidak hanya mudah namun juga tidak mahal, namun memilki efek yang sangat besar dalam meredam penyebaran covid 19. Soal jumlah kumulatif pasien positif 124 orang (Bertambah 11 orang WNI, dengan rincian dalam bentuk 8 orang PMI dan 3 orang transmisi lokal).

Sedangkan 116 pasien positif adalah WNI, dengan rincian kasus dari bepergian ke negeri (imported case) sebanyak 81 orang terdiri dari 77 PMI, 4 orang non PMI. Yang berasal dari daerah terjangkit sebanyak 14 orang dan dari transmisi lokal ada 21 orang.

Ini artinya dari 124 orang positif Corona di Bali sebanyak 81 orang tidak terdeteksi di Bali tapi dari luar negeri, 14 orang dari daerah terjangkit di luar daerah Bali, dan murni di Bali ada 21 orang melalui transmisi lokal.

Karena transmisi lokal terus menunjukkan peningkatan maka terus diimbau mengikuti anjuran pemerintah dan bersama sama berkomitmen agar transmisi lokal tidak bertambah lagi.

Covid 19 adalah persoalan seluruh dunia, untuk itu tidak perlu saling menyalahkan. Dia mengajak semua pihak membangun gotong royong, saling berkontribusi serta bersinergi satu dengan yang lain untuk berupaya mengurangi bahkan menidiadakan transmisi lokal.

"Yakinlah pencegahan penularan bisa dilakukan dengan disiplin penuh masyarakat akan imbauan pemerintah," tandasnya. Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 36 orang (32 WNI, 4 WNA).

Bertambah 4 orang WNI yang sembuh. Pasien yang meninggal sejumlah 2 orang. Tidak ada penambahan Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 86 orang yang berada di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas.

Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua (2) fungsi.

Pertama, yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/ droplex akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain.

Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain. Guna menghindari penularan virus Corona maka kita harus disiplin/ rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir.

"Hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera dalam tubuh kita tersebut akan memudahkan bagi virus corona untuk masuk ke tubuh," tutup Indra. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi