Pekerja Migran Dominasi Positif Corona, Gubernur Bali Instruksikan Pendataan di Desa Adat

Minggu, 26 April 2020 : 08.45
Gubernur Bali I Wayan Koster menginstruksikan pendataan terhadap pekerja migran di desa adat.
Denpasar - Kasus positif virus corona banyak didominasi imported case yakni sebanyak 78,15 persen dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) sehingga Gubernur Bali I Wayan Koster menginstruksikan pendataan terhadap mereka di desa adat.

Langkah strategis itu dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di Provinsi Bali. Mengacu perkembangan data terakhir menunjukkan, kasus positif COVID-19 di wilayah Bali didominasi oleh imported case yaitu sebanyak 78,15 persen.

Gubernur Koster mengefektifkan pendataan Pekerja Migran Indonesia/Anak Buah Kapal (PMI/ABK) dan krama di desa adat. Hal ini, disampaikan dalam keterangan resminya, Minggu 26/4/2020.

Pendataan PMI/ABK dan krama berbasis desa adat tertuang dalam Instruksi Gubernur Bali Nomor 412.2/2018/PPDA/PMA Tentang Pendataan Pekerja Migran Indonesia /Anak Buah Kapal dan krama di desa adat dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 di Bali,

Instruksi Gubernur Bali mempertimbangkan penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat dan meluas sehingga harus diwaspadai dan diantisipasi dengan melakukan pendataan terhadap PMI/ABK.

Juga, krama dari provinsi lain luar Bali yang berada di wilayah/wewidangan Desa Adat. "Pendataan ini dimaksudkan untuk memetakan potensi penyebaran COVID-19 sehingga lebih cepat ditangani,“ ujar Gubernur Koster.

Instruksi Gubernur ini, ditujukan kepada Wali Kota dan Bupati se-Bali serta Bandesa Adat atau sebutan lain yang berada di sejebag jagat Bali.

Kepala Dinas Pemajuan Desa Adat I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, mengatakan instruksi Gubernur tersebut merupakan salah satu kebijakan strategis Gubernur Bali dalam upaya penanganan Vovid-19.

Dinas PMA bersama MDA Provinsi Bali akan menindaklanjuti Instruksi tersebut untuk mendorong Bandesa Adat dan satgas gotong royong se Bali segera mendata PMI dan ABK serta krama yang berasal dari Provinsi lain luar Bali di wewidangan desa adat. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi