Pandemi Corona, Pengusaha Pakan Ikan Tunda Kenaikan Harga

Senin, 20 April 2020 : 21.16
Jakarta - Lantaran masyarakat masih terdampak pandemi Covid-19 para pelaku usaha pakan ikan sepakat untuk tidak menaikkan harga pakan.

Kesepakatan itu merupakan kesimpulan rapat virtual antara gabungan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), 41 pengusaha produsen pakan ikan/udang, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian, dan Kemenko Maritim dan Investasi digelar, Senin (20/4/2020).

Menteri Edy mengungkapkan, secara prinsip perwakilan pengusaha pakan setuju untuk menunda tidak menaikkan. Pihaknya memberi apresiasi dan terima kasih kepada produsen pakan ikan/udang yang tidak menaikkan harga.

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat 22 dari 41 perusahaan pakan telah menaikkan harga. Karenanya, Edhy meminta setelah rapat hari ini semua harga pakan kembali normal. Bahkan, KKP akan menindak tegas jika nantinya ditemukan pelaku usaha yang menaikkan harga pakan.

KKP akan melakukan pengawasan di lapangan, kalau ada yang naik akan diusut akan dilakukan langkah-langkah dan prosedur yang dimiliki.

Selain benih, harga pakan yang terjangkau merupakan hal prinsipil untuk sektor budidaya. Karenanya, di situasi pandemi, peran serta para pelaku usaha dibutuhkan agar produktivitas pembudidaya ikan tak terkendala oleh harga pakan.

"Kami ingin minta bapak ibu berpartisipasi untuk harga tidak dulu dinaikkan. Negara sudah berikan insentif fiskal dan pajak," sambungnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap para pemangku kepentingan di sektor budidaya, khususnya pengusaha pakan sudah memiliki persepsi yang sama dengan pemerintah.

Menurutnya, para pembudidaya harus terus didukung dengan penyediaan harga pakan yang terjangkau.

Diketahui, sektor perikanan budidaya ini setiap tahun meningkat dengan tren cukup baik. pertumbuhan ini tentu harus didukung dengan ketersediaan sumber pakan untuk budidaya, ekspor udang terutama udang vaname merupakan yang terbesar dari sektor kelautan dan perikanan/

sebanyak 40 perusahaan produsen pakan ikan mengikuti rapat virtual tersebut. Diantaranya yakni, PT Cargill Indonesia, Suri Tani Pemuka Group, Central Proteina Prima Group, PT Matahari Sakti, PT CJ Feed Group, PT Gold Coin Indonesia, PT Haida Agriculture Indonesia, PT Wonokoyo Jaya Group, PT Sabas Indonesia, PT Mabar Feed Indonesia, PT Citra Mandiri Kencana, PT Havindo Pakan Optima, PT Evergreen Seafer Feed, PT Menteri Nusantara, PT Sekar Golden Harvesta, dan PT Sinta Prima Feedmill. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi