Negara Wajib Hadir Pastikan Lindungi Hak Anak dalam Pandemi Covid-19

Rabu, 29 April 2020 : 08.09
Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Dhanang Sasongko saat bersama Tim Bantuan Sosial Kemanusiaan Terpadu Untuk Anak Indonesia Tangguh dan Merdeka, dalam berbuka puasa dengan cara membagi sembako untuk Anak di Komnas Anak,Jakarta Timur/ist
Jakarta - Negara wajib hadir memastikan hak-hak dasar kehidupan anak terjamin dalam keadaan dan situasi apapun termasuk saat ini sedang menghadapi situasi bencana nasional Pademi Covid 19.

"Negara wajib hadir ditengah-tengah kehidupan anak-anak Indonesia untuk menjamin terpenuhinya sandang dan pangan," tegas Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak, Dhanang Sasongko saat bersama Tim Bantuan Sosial Kemanusiaan Terpadu Untuk Anak Indonesia Tangguh dan Merdeka, dalam berbuka puasa dengan cara membagi sembako untuk Anak di Komnas Anak, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2020).

Selama orangtua maupun keluarga tidak mampu menyediakan makanan yang dapat meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh anak lantaran serangan Virus Corona, pemerintah sebagai penyelengara negara wajib bertindak dan hadir untuk memberikan jaminan dan menyediakan hak anak atas makanan tersebut.

Sebagai komitmen dan kepedulian terhadap hak anak untuk mendapat makanan, Komnas Perlindungan Anak yang didirikan tahun 1998, sebagai lembaga independen yang diberikan tugas dan fungsi untuk melakukan pembelaan dan memberikan perlindungan bagi anak di Indonesia,

Acara terbatas dihadiri 20 orang anak dan akan dilakukan secara rutin dan bertahap 3 kali dalam seminggu dengan syarat mematuhi kebijakan PSBB, seperti jaga jarak dan wajib menggunakan masker.

Diawali doa bersama disampaikan Dhanang Sasongko Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak. Dalam doanya.

Kak Dhanang pendiri PAUD Instutute memohon kepada Alloh agar pandemi Covid 19 cepat berlalu, sehingga anak-anak di Indonesia bahkan anak dunia yang saat ini menghadapi pandemi Corona dapat hidup normal seperti sediakalah.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyampaikan pesan moral sosial kemanusiaan, agar anak tidak diserang virus corona.

Oppung panggilan anak untuk Arist menyampaikan pesan agar anak selama di "rumah Aja" selalu taat dan patuh menjaga kebersihan dengan cara tidak lupa mencuci tangan dengan sabun.

Tidur cukup, terus beribadah dan senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan, tidak menghadiri tempat-tempat keramaian dan selalu menjaga jarak serta jangan lupa menggunakan masker setiap saat baik dirumah maupun diluar rumah.

"Agar Virus Corona cepat berlalu, syaratnya adalah masyarakat dan anak Indonesia harus patuh dan taat terhadap aturan dan kebijakan yang dibuat pemerintah dan para ahli berstandar international", tegas Arist.

Jika diminta di rumah aja, ya dirumah aja. Kalau anak-anak diminta jaga jarak, ya mari jaga Jarak dan kalau kita diminta pakai masker patuhilah wajib menggunakakannya dan kalau diminta cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta sebelum tidur ya mari kita patuhi.

"Corona pasti berlalu," tegas Arist dalam pesan moralnya.

Pesan moral ini diawali Arist dengan meneriakkan secara bersahutan komitmen anak Indonesia tangguh dan dilanjutkan menyanyikan lagu di Rumah Aja, lalu kemudian diakhiri dengan penyerahan sembako untuk bahan makanan buka bersama dengan orangtua di rumah.

Komnas Perlindungan Anak menerima titipan donasi baik dalam bentuk uang dan sembako untuk disalurkan kepada anak-anak yang membutuhakan.

Saat ini anak-anak balita sedang membutuhkan makanan tambahan selain ASI yang dapat meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh anak dari serangan virus corona seperti susu, biskuit, telur serta vitamin. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi