Menggelandang di Denpasar, Belasan Anak Punk Dipulangkan ke Daerah Asal

Jumat, 03 April 2020 : 23.01
Denpasar - Belasan anak punk yang diketahui menggelandang di Kota Denpasar dipulangkan ke daerah asal oleh petugas.

Sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dengan amanat Perda Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2015, serta peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19), Sat Pol PP Kota Denpasar mengambil langkah tegas.

Sebanyak 11 Anak Punk yang ditemukan petugas di kawasan Desa Ubung Kaja tanpa mengantongi identitas pada Kamis (2/4) malam. "Mereka dipulangkan ke daerah asal," kata Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Jumat (3/4/2020).

Pihaknya rutin menggelar monitoring dengan menyasar seluruh wilayah Kota Denpasar.

Hal ini sebagai wujud nyata guna meminimalisir gangguan keamanan, ketertiban masyarakat serta sebagai upaya penegakan Perda No 1 Tahun 2015 pasal 32 tentang ketertiban umum dan kegaduhan, selain itu ditambah saat ini Kota Denpasar berstatus tanggap darurat Covid-19

“Kami terus melaksanakan penertiban ini hingga masyarakat menyadari bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan saat ini juga kita sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19,” paparnya.

Saat ini, masih banyak aktivitas masyarakat yang belum taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nantinya guna memberikan efek jera ke-11 pelanggar ini akan dipulangkan ke darah asal yang sebagian besar berasal dari luar Bali.

“Kita ambil langkah tegas, yang juga disesuaikan dengan imbauan tidak pulang kampung, hari ini kita pulangkan ke daerah asal, hal ini karena di Denpasar mereka belum memiliki pekerjaan yang jelas dan hanya menggelandang,” paparnya.

Sebagai penegak perda, tidak melarang orang mencari rejeki di Kota Denpasar. Kendati demikian, apa yang menjadi aturan, khususnya ketertiban dan keamanan masyarakat harus di taati bersama-sama.

Kata dia, sebelum ke Denpasar harus dipastikan tujuan dan pekerjaan yang akan diambil. Sehingga kedepanya keinginan untuk mendapatkan rejeki tidak justru menimbulkan gangguan kamtibmas dan masalah sosial. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi