Lokasi Karantina PMI Ditolak, Sekda Indra Pertanyakan Nurani Masyarakat Bali

Minggu, 19 April 2020 : 09.36
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra/ist
Denpasar - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan keprihatinan terkait adanya kasus penolakan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap lokasi karantina PMI di kabupaten.

"Ini akan menyulitkan kerja kabupaten," tegas Ketua Indra yang Sekretaris Daerah Provinsi Bali dalam siaran pers, Sabtu 18 April 2020.

Terkait aksi sekelompok orang itu, Indra mempertanyakan nurani masyarakat Bali yang dikenal dengan nilai luhur seperti menyama braya, paras paros dan sagilik saguluk salunglung sabayantaka.

Semua nilai luhur itu mengajarkan bagaimana masyarakat Bali menjaga semangat persaudaraan. "Saya ingatkan lagi, PMI yang datang itu adalah warga Bali, mereka sudah melalui proses pemeriksaan yang sangat ketat hingga dinyatakan negatif," tegas dia.

Hanya karena protokol pencegahan COVID-19, mereka diwajibkan mengikuti karantina selama 14 hari untuk benar-benar meyakinkan kalau mereka negatif dan mencegah potensi positif.

Sebelum dilepas ke masyarakat, mereka akan menjalani tes swab untuk memastikan benar-benar negatif COVID-19.

Pemprov Bali dan Kabupaten/Kota telah sepakat dalam penanganan COVID-19, yang positif menjadi tanggung jawab Pemprov, sedangkan yang hasil tesnya negatif, karantina 14 hari dilakukan Kabupaten/Kota.

Pihaknya di provinsi yang menangani kasus positif tak mungkin melepas sebelum dipastikan benar-benar sembuh. Indra menggugah nurani seluruh masyarakat Bali agar jangan ada lagi penolakan kepulangan atau karantina PMI.

"Mereka adalah anak-anak dan saudara kita, mereka pulang secara baik-baik," demikian Indra. (rhm)

Rekomendasi