Lawan Covid-19, Masyarakat Perlu Budayakan Gotong-Royong Donasikan Alkes

Selasa, 14 April 2020 : 06.30
Plt Deputi II KSP Abetnego Tarigan serahkan bantuan alat kesehatan untuk RSUD Tarakan/KSP
Jakarta - Dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19 masyarakat perlu terus membangun budaya gotong- royong dilakukan agar pandemi global ini dapat segera ditangani.

Plt. Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan mengungkapkan, salah satu bentuk nyata gotong-royong adalah bersama-sama menyediakan atau mendonasikan alat kesehatan yang dibutuhkan para tenaga medis di berbagai rumah sakit rujukan pasien corona.

Melihat perkembangan dan dinamika saat ini dalam menghadapi covid-19, dukungan dari masyarakat terus mengalir. Ini merupakan suatu kekuatan di Indonesia bahwa gerakan dari masyarakat sangat cepat.

"Kami berharap donasi alat kesehatan ini dapat bermanfaat sehingga para pasien kembali sehat,” papar Plt. Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan saat menyalurkan alat kesehatan ke RSUD Tarakan, Jakarta, Senin (13/4/2020).

KSP mewakili pemerintah mendapatkan banyak bantuan donasi dari masyarakat dan pihak perusahaan swasta. Berbagai alat kesehatan ini untuk menambah pasokan alat kesehatan yang masih kurang di beberapa rumah sakit atau puskesmas yang menngani pasien corona.

Sumbangan alat kesehatan yang diberikan kepada RS Tarakan berupa USG sebanyak 3 unit, Infusion pump sejumlah 10 unit, syringe pump 10 unit, dan kaca mata pelindung sebanyak 100 buah.

Dikatakan, KSP juga menyalurkan 300 ribu sarung tangan medis kepada 42 Puskesmas di wilayah DKI Jakarta.Sementara itu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta mendapatkan bantuan berupa 400 ribu sarung tangan medis.

Abetnego juga menjelaskan bahwa KSP sedang melakukan pemetaan mengenai rumah sakit yang membutuhkan alat kesehatan tambahan untuk menangani pasien corona.

Selain itu, KSP juga berupaya untuk selalu memastikan standarisasi alat kesehatan yang akan disumbangkan untuk mengantisipasi risiko bahaya yang mungkin bisa terjadi.

“Kepala Staf Kepresidenan Pak moeldoko memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan alat kesehatan ini. Maka kami diminta untuk memetakan kekurangan alat kesehatan dan rumah sakit mana saja yang masih membutuhkan tambahan alat kesehatan," ucapnya mengutip pesan Moeldoko.

Pihaknta berkonsentrasi penuh agar jangan sampai alat kesehatan ini tidak sesuai standar karena bisa membayakan pasien. Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekowati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berbesar hati, saat ini ada 65 orang yang masih dirawat. Kami membutuhkan alat kesehatan yang sesuai standar sehingga tenaga medis tidak khawatir dalam menangani pasien.”

Ada beberapa ruangan rumah sakit yang perlu dimaksimalkan agar sesuai dengan standar kebutuhan pasien corona. Di sisi lain, kendala yang dihadapi adalah kurangnya personil tenaga medis yang membantu menangani pasien, sehingga harus bekerja secara bergantian.

Karenanya, diharapkan ada mobilisasi relawan yang dapat membantu para tenaga medis di rumah. (rhm)

Rekomendasi