Lawan Covid-19, Dukung "Mini Lockdown" PSBB di Jakarta

Kamis, 09 April 2020 : 20.33
Ilustrasi Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Jakarta - Pelaksanaan pembatasan Sosial Berskala Besar.(PSBB) harus sungguh-sungguh dilaksanakan dan konsisten demi terhentinya wabah Covid-19 di Jakarta.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan, walau PSBB sejatinya sangat terlambat dan hanya secuil dari kebijakan karantina wilayah dalam UU tentang Karantina Kesehatan, semua pihak harus mengawal PSBB agar efektif untuk membendung wabah Covid-19 di Kota Jakarta.

"Jangan ada ide aneh-aneh, dan nyleneh termasuk ide Gubernur DKI Jakarta, agar ojek online (okol) boleh mengangkut penumpang (orang)," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Dia menilai ide kontraproduktif, bertentangan secara diametral dengan protokol kesehatan phisical distancing "Pemerintah Pusat/Kemenkes harus menolak ide/usulan ini," tegas dia.

Selama musim wabah, guna meringankan beban mitra driver, pihak aplikator sebaiknya melakukan relaksasi dengan menurunkan potongan driver, yang selama ini 20 persen, bisa menjadi 10-15 persen.

"Selanjutnya mari kita awasi dengan seksama pemberian insentif pada kelompok miskin dan rentan miskin yang terdampak oleh wabah Covid-19, dan implementasi PSBB; agar tepat sasaran," sambungnya.

Tulus melanjutkan, jika nantinya PSBB belum/tidak efektif membendung wabah Covid-19 di Jakarta, Bodetabek dan bahkan daerah lain; maka kita dorong agar Presiden Jokowi jangan ragu untuk menerapkan karantina wilayah, bahkan karantina rumah, sebagaimana mandat UU tentang Karantina Kesehatan.

"Keamanan, keselamatan dan nyawa warga Indonesia tak bisa dinegosiasikan dengan pertimbangan apapun. Apalagi hanya pertimbangan ekonomi dan investasi," demikian Tulus. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi