KMA Terpilih Harus Wujudkan MA sebagai Perlidungan Terakhir Pencari Keadilan

Senin, 06 April 2020 : 11.52
Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) TM Luthfi Yazid/ist
Jakarta - Siapapun Ketua Mahkamah Agung RI yang terpilih haruslah mampu mengantarkan lembaga tinggi negara ini sebagai tempat perlindungan terakhir pencari keadilan.

Harapan besar itu disuarakan Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) TM Luthfi Yazid dalam menanggapi pemilihan Ketua MA (KMA) yang baru yang digelar Senin (6/4/2020).

Diakui Luthi, tentunya banyak yang berkepentingan terhadap pemilihan KMA yang baru menggantikan Hatta Ali. Pemilihan KMA yang baru ini, menurut Luthhi ada beberap calon yang akan maju diantaranya M Syarifuddin, Sunarto, Andi Samsan Nganro dan Suhadi.

Diketahui, M Syarifuddin sebagai Wakil Ketua Yudisial terpilih tahun 2016 kelahiran Baturaja 1954 alumni Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan hakim karier.

Kemudian, Sunarto adalah Wakil Ketua Non Yudisial dari tahun 2018. Pria kelahiran Sumenep tahu 1959 ini alumni Unair dan menapaki sebagai hakim karier. Sedangkan Andi Samsan kelahiran Sulawesi Selatan tahun 1953 alumnus Universitas Hasanudin, dikenal sebagai hakim karier.

Kandidat kempat, Suhadi pria kelahiran Sumbawa Besar tahun 1953 alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta juga sebagai hakim karier. Nantinya, pemilihannya akan dilakukan secara voting.

Diperkirakan, bisa keempat calon maju atau bisa juga hanya tiga calon atau sebelum diadakan voting ada yang mundur sehingga tinggal dua calon.

Karenanya, apapun mekanisme dan siapa yang terpilih sebagai KMA yang baru haruslah orang yang yang smart, clean dan progressive yang akan membawa suasana lebih baik.

"KMA yang baru harus bisa menjadikan MA sebagai tempat perlindungan terakhir para pencari keadilan sebagai the place of justice seeker," demikian Luthfi. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi