Inilah Penyebab Meningkatnya Kasus Positif Corona di Bali

Rabu, 29 April 2020 : 00.00
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19/ist
Denpasar - Meningkatnya kasus positif corona mencapai 215 orang di Bali disebabkan adanya transmisi lokal dari penularan kontak dengan orang yang sebelumnya positif yakni para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Penyebab utama kasus transmisi lokal baru ini adalah mereka mendapatkan penularan karena kontak dengan orang yang positif terlebih dahulu yakni PMI yang pulang dan melakukan karantina mandiri di rumah.

Menurut laporan, PMI tersebut tidak menunjukkan gejala,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2020).

Karena jumnlahnya yang besar, dan berada dalam satu banjar, satu lingkungan maka Indra langsung berkoordinasi dengan Bupati Bangli dan Bupati Karangasem. "Saya langsung meminta untuk menjaga dengan baik, agar tidak ada lagi transmisi lokal di lokasi tersebut,” kata Indra.

Dari kasus yang terjadi di Kabupaten Bangli dan Karangasem, dapat diambil kesimpulan, arahan-arahan Pemprov dan Gugus Tugas Provinsi Bali, oleh Bupati/walikota se-Bali pada tingkat implemenrtasinya di lapangan belum dijalankan secara penuh dan disiplin.

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 54 Orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

"Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” katanya menandaskan.

Menurut Indra, jika masyarakat dan khususnya para PMI mengikuti arahan pemerintah dengan baik, untuk melakukan karantina mandiri di rumah, menjaga jarak, melaksanakan PHBS maka kasus seperti ini pasti tidak akan terjadi.

“Kasus hari ini menunjukkan ketidakdisiplinan dan ketidaktaatan kepada arahan pemerintah dan protokol penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan peristiwa ini bisa menginspirasi kita semua tentang pentingnya disiplin melaksanakan protokol pencegahan Covid-19,” terangnya.

"Karena jika satu hingga dua saja tidak disiplin, maka menghasilkan 12 transmisi lokal seperti hari ini. Bayangkan jika banyak PMI yang tidak disiplin, berapa kasus yang akan terjadi,” jelas Dewa Indra.

Karena itu meminta seluruh PMI sekli lagi untuk menjaga kedisiplinan. Isolasi diri dan tidak melakukan kontak dengan orang lain, sampai menjalani tes ke-2. Setelah dinyatakan negatif, barulah diperbolehkan kembali ke masyarakat.

Pemerintah tentu berharap, ini adalah jumlah laporan positif terbesar untuk pertama kali dan tidak akan terulang lagi. "Saya ingatkan kembali untuk tidak meremehkan penyebaran Covid-19. Sekali kita meremehkan, maka jangan heran kalau hal seperti ini akan terulang kembali,” harapnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi