Ekonom Bali Nilai Layanan Gojek Bantu Pemutusan Penularan COVID-19

Rabu, 22 April 2020 : 08.02
GoShop yang merupakan layanan Gojek untuk membeli berbagai kebutuhan dari lokasi mana pun dan telah tersedia di seluruh Indonesia/ist .
Denpasar — Pada masa sulit seperti sekarang ini ketika pandemi Covid19 maka Kerja sama Pemkot Denpasar dengan Gojek dalam pengiriman pembelian di pasar tradisional sangat membantu masyarakat.

Hal itu disampaikan pengamat Ekonomi dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali Prof. Sri Gede Dharma. Menurutnya, kerja sama ini mempermudah masyarakat dan petani hingga pedagang mendapatkan solusi karena tanpa harus bertemu tetap dapat bertransaksi secara virtual.

Masyarakat terbantu karena kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Adapun bagi Gojek, berperan dalam proses pemesanan hingga pengantaran barang hingga tangan konsumen.

"Masyarakat akan tetap aman berada di dalam rumah dan mendapatkan pesanan mereka," tutur Sri Dharma dalam keterangannya, Rabu (22/4/2020). Tidak hanya itu, pesanan yang didapatkan juga terjaga kualitasnya.

Berbeda dengan pada saat teknologi daring muncul pada awal-awalnya, masih ada ketidakpercayaan dari masyarakat karena antara yang dipesan dengan dikirimkan oleh pedagang masih sering terdapat perbedaan.

Adapun Gojek sudah memiliki standar kualitas dan bilik aduan bagi pelanggan.

“Ini sebuah momentum ini dipakai positif. Petani dan pedagang punya kebutuhan untuk menyalurkan buah-buah, sayur ikan segar. Daripada masyarakat pergi ke pasar ikan dan berkerumun lebih baik menggunakan jasa virtual,” jelasnya.

Ditegaskan Guru besar Undiknas ini, keberadaan aplikator pada era seperti sekarang sangat membantu semua pihak.

Pembeli tetap aman dan sehat dari ancaman penyebaran virus Covid-19 serta berkumpul Bersama keluarga. Bahkan, pembeli juga dapat memastikan apabila pesanan mereka sesuai dengan yang diinginkan.

Sri Dharma mengharapkan seluruh kepala daerah di Bali mencontoh pola kerja sama Pemkot Denpasar dengan Gojek dalam melayani pembeli di pasar-pasar tradisional.

Pihaknya juga mendorong aplikator lain untuk mengikuti jejak kolaborasi tersebut agar masyarakat semakin dimudahkan di era pembatasan social seperti sekarang.

“Saya berharap begitu, para bupati di seluruh bali dan juga aplikator welcome dengan pola kerja sama ini,” imbuhnya. Porsi belanja kebutuhan pokok secara daring atau online di Denpasar meningkat dan kini mencapai 20 persen dari seluruh transaksi.

Dirut Utama PD Pasar Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata menuturkan transaksi daring sebelum Corona mewabah hanya menduduki porsi dua persen dari transaksi. Belakangan mencapai 15 - 20 persen dari total omzet pasar.

Dikatakannya, semenjak covid-19, di pasar Badung contohnya, rata rata hampir seratus orang belanja tiap hari pakai jasa online.

Peningkatan transaksi melalui daring didorong imbuan tidak keluar rumah dan literasi teknologi meningkat. Wiranata menjelaskan pasar rakyat di Denpasar telah bertransformasi menjadi pasar modern sehingga solusi berbelanja dengan menggunakan GoShop.

"Di saat yang penuh tantangan ini, masyarakat tetap harus membeli kebutuhan bahan pokoknya dan pedagang dapat terus menjajakan barang dagangannya, sehingga kami tawarkan berbelanja secara online," demikian Sri Dana. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi