Datangi TPA Suwung, Satgas Preventif dan Banops Polda Bali Bagikan Sembako

Jumat, 17 April 2020 : 06.39
Denpasar - Satgas Preventif dan Banops Polda Bali membagikan sembako, masker dan hand sanitizer kepada masyarakat yang bekerja di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Suwung, Denpasar Selatan, Kamis (16/4/2020).

Sembako berupa beras seberat 2,5 Kwintal dan 30 doz mie instan. Beras seberat 2,5 Kwintal tersebut dikemas dalam 50 sak. Masing-masing sak berisi beras seberat 5 kilogram.

Polisi mengimbau kepada puluhan pekerja untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari Covid-19. Kemudian saat bekerja tidak lupa menggunakan masker dan hand sanitizer serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik.

Selain itu, imbauan untuk tidak mudik tahun ini juga disampaikan petugas kepolisian kepada para pekerja di TPA Suwung. Kasat PJR Ditlantas Polda Bali, AKBP Leo Dedy Defretes, selaku Kasatgas Preventif mengatakan, Ops Keselamatan Agung selama 14 hari dari 6-19 April 2020.

"Selain menciptakan Kamseltibcar Lantas, operasi ini juga mengedepankan kegiatan kemanusiaan untuk menekan perkembangan Covid-19 sehingga penyebarannya tidak meluas," ungkapnya.

Menurut Kasatgas Preventif, pembagian sembako ini dilakukan atas dasar kemanusiaan setelah melihat dampak negatif dari pandemi virus Corona yang sudah berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat kecil.

Dia meyakini bahwa dalam situasi saat ini, bahan pokok sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga diharapkan bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu.

"Kami berbagi tali kasih dalam segi kemanusiaan, dimana filosofi atau falsafah kita dalam masyarakat saling gotong royong, di Bali kita mengenal dengan istilah menyama braya. Kita saling bantu bahu membahu dalam mengatasi situasi kesusahan masyarakat saat ini," demikian Leo didampingi Kasatgas Banops, Kompol Sriyati.

Perwira melati dua di pundak ini menjelaskan, saat melakukan pemetaan terhadap warga kurang mampu, pihaknya mendapat laporan bahwa ada sebagian orang yang bekerja mengambil sisa-sisa dari sampah yang dibuang oleh masyarakat.

"Kelompok masyarakat inilah yang dinilai paling pantas diberikan bantuan dan harus mendapat perhatian bersama," imbuhnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi