Dampak Corona, Transaksi Valas di Bali Turun Hingga Rp486,8 Miliar

Jumat, 10 April 2020 : 08.55
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengungkapkan, penurunan tersebut tak dipungkiri sebagai dampak isu penyebaran virus corona ist.
Denpasar - Transaksi jual beli valuta asing (Valas) dalam kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) di Bali mengalami penurunan hingga 15,32% pada Februari 2020 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengungkapkan, penurunan tersebut tak dipungkiri sebagai dampak isu Covid-19.

"Transaksi jual beli valuta asing melalui KUPVA BB pada Februari 2020 sebesar Rp2,75 Triliun. Terjadi penurunan sebesar Rp486,8 miliar (15,32%) jika dibandingkan dengan transaksi jual beli bulan sebelumnya sebesar Rp3,24 triliun," sebut Trisno dalam siaran pers, Kamis (9/4/2020).

Pihaknya memperkirakan nominal transaksi akan mengalami penurunan yang dalam mulai bulan Maret ini. Penurunan nominal transaksi ini seiring dengan meluasnya COVID-19 yang telah menjadi pandemi global.

KUPVA BB turut melakukan penyesuaian jam operasional. Sebanyak 36 Kantor Pusat dan 64 Kantor Cabang atau sekitar 16% mengurangi jam operasional menjadi 1 shift atau hanya beroperasi setengah hari.

Trisno melanjutkan, sebanyak 42 Kantor Pusat dan 218 Kantor Cabang atau sekitar 41% menerapkan kebijakan tutup sementara. Lokasi kantor yang ditutup didominasi oleh jaringan kantor yang berada Daerah Tujuan Wisata (DTW), khususnya di Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata Provinsi Bali.

"Langkah pengurangan jam operasional dan penutupan sementara dilakukan selain dalam rangka mendukung kebijakan social distancing, juga dilakukan untuk efisiensi biaya operasional oleh pihak penyelenggara KUPVA BB," tandas mantan Kepala Grup Manajemen Strategis di Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola (DMST) Kantor Pusat Bank Indonesia ini..

Dari sisi pengawasan, Trisno menyampaikan, KPwBI Provinsi Bali akan berfokus pada peningkatan pemahaman pengelolaan KUPVA BB secara lebih baik.

Antara lain, dengan pemberian pelatihan secara online terkait ketentuan terbaru, pelaporan, dan pengelolaan KUPVA BB secara baik dan benar serta evaluasi pengembangan mekanisme transaksi jual beli valas secara digital.

Hal ini ditujukan untuk memberikan pilihan metode transaksi guna meningkatkan kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara KUPVA BB, APVA, serta stakeholders terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap keberlangsungan bisnis KUPVA BB di Provinsi Bali.

Demikian juga, langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh di kemudian hari untuk mengembalikan iklim bisnis KUPVA BB pasca Covid-19.

Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia,telah berimbas ke beberapa sektor, termasuk pariwisata. Tak pelak, Bali yang sebagian besar perekonomiannya bertumpu pada sektor pariwisata juga terkena dampaknya.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, semua negara menerapkan kebijakan pembatasan wilayah serta pembatasan aktifitas ekonomi dan sosial.

"Hal ini mengakibatkan penurunan kunjungan wisman di Provinsi Bali sebesar 31,19% pada bulan Februari 2020 (mtm) dan diyakini akan turun lebih dalam pada bulan Maret 2020," imbuh mantann Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta ini. (rhm)

Rekomendasi