Arief Budiman, Sang Pemikir Kritis yang Tetap Berjarak dengan Kekuasaan

Kamis, 23 April 2020 : 22.26
Arief Budiman/Wikipedia.org
Salatiga - Jagat intelektual Tanah Air kembali kehilangan sosok pemikir kritis Arief Budiman yang meninggal dunia di Salatiga Jawa Tengah 23 April 2020 siang. Arief yang merupakan kakak aktivis Soe Hok Gie itu meninggal pada usia 79 tahun.

Banyak pemikiran lewat karya-karya artikel mantan aktivis tahun 1966 itu menghiasai literatur dan media masa Tanah Air,

Semasa hidup, pemikiran Arief banyak menjadi referensi mahasiswa dan akademisi.. Pergaulan dan pemikirannya cukup luas, tidak hanya menjadi salah satu akademisi kenamaan Universitas Satya Wacana Salatiga juga menjadi dosen di Universitas Melbourne Australia.

Bahkan, era 1990-an banyak kegiatan seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menjadikan Arief sebagai pembicara Latihan Kader dan forum ilmiah lainnya. Dalam pandangan mantan aktivis UGM Umar Ibnu Alkhattab, mendiang Arief merupakan sosok pemilkir yang kritis dan produktif.

"Beliau, salah seorang yang yang kritis dan rajin menuliskan pikirannya guna dikonsumsi oleh publik di media massa dan rajin membagikan pikirannya di forum-forum ilmiah," ucap Umar yang mengaku kehilangan akan sosok pemikir kritis itu

Umar pernah suatu ketika bertemu di Salatiga, banyak bertukar pandangan dan mendalami pemikiran kritis Arief terhadap paradigma pembangunan di Indonesia.

"Arief adalah aktivis tulen sampai akhir hayatnya dan mengambil jarak dari kekuasaan," imbuh Umar yang saat ini menjabat Kepala Perwakilan.Ombudsman Provinsi Bali itu.

Diketahui, Arief Budiman lahir di Jakarta, 3 Januari 1941. Dia dilahirkan dengan nama Soe Hok Jin bersama dengan adiknya, aktivis Soe Hok Gie ketika masih menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi