Ada Penolakan Pasien di Padangbai, Bupati Karangasem Minta Maaf

Senin, 20 April 2020 : 23.30
Share this Article
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri/dok.
Amlapura - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan permohonan maaf atas nama masyarakat Karangasem menyusul terjadinya aksi di Dermaga Rakyat Padangbai, Banjar Segara, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis.

Diketahui, ada penolakan pasien dari Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, yang hendak turun di Dermaga Rakyat Padangbai, Banjar Segara, Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Jumat 17 April lalu.

Menurut Bupati Mas Sumatri, wabah Covid-19 adalah wabah global. Bukan hanya dialami rakyat Karangasem.

"Oleh karena itu kebersamaan, dan solidaritas sosial atas dasar empati kemanusiaan harus menjadi dasar perlawanan kita utk mencegah Covid-19," ujarnya dalam siaran pers, Senin 20 April 2020.

Dia meminta segenap Satgas Covid-19 di desa agar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, bagaimanan seharusnya bersikap dalam mencegah Covid-19.

Tak kalah pentingnya, bagaimana memperlakukan mereka saudara sendiri yang diduga potensial sebagai pasien Covid-19. "Sebagai bupati, saya mengingatkan agar kasus di Padangbai menjadi kasus terakhir," tegas dia.

Jika masih terjadi penolakan serupa, Bupati Mas Sumatri mendorong aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas sesuai UU No 6 Tahun 2018 di mana pihak-pihak yang menghalangi upaya-upaya pencegahan dan karantina kesehatan diancam pidana penjara dan denda.

"Kepada Bupati Klungkung dan rakyat Klungkung, terkhusus keluarga pasien, saya atas nama Pemkab Karangasem dan rakyat Karangasem mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian di Padang Bai," tutur Mas Sumatri.

Dia melanjutkan, masih segar dalam ingatan, bagaimana sikap tulus dan total masyarakat Klungkung membantu warga Karangasem saat terjadinya erupsi Gunung Agung.

"Karena itu, tidak seharusnya kejadian Padangbai terjadi. Sekali lagi kami mohon maaf dan persaudaraan rakyat Karangasem dan Klungkung hendaknya tetap terbangun baik," demikian Mas Sumatri. (nik)

Rekomendasi